Apakah EMAS Sudah Terlalu Mahal ?

Harga Emas sudah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, di atas $1620 per ons pada 25 Juli 2011, hingga 19 Agustus 2011 sudah mencapai $1877.00. Fenomena logam mulia mengundang pertanyaan baru : “Apakah harga emas sudah kemahalan?” Pertanyan ini pasti muncul di benak kita, mengingat harga sudah mengalami kenaikan cukup besar sepanjang 2011. Di awal tahun, harga emas berada di kisaran $1300 per ons. Jika dihitung secara presentase, emas telah naik sekitar 25% dalam tahun ini saja. Apakah sudah waktunya menjual emas? atau masih ada peluang untuk membeli?

Emas sudah mahal ?

Betul, dari sisi harga, emas memang sudah cukup mahal. Namun sangat menarik jika melihat permintaan emas yang terus bertambah, bahkas saat berada di level tinggi. Ini berbeda dengan kebiasaan di pasar, dimana saat harga naik maka permintaan turun. Volume permintaan terus meningkat karena emas saat ini dianggap sebagai investasi paling aman dibandingkan instrumen lain, dengan resiko yang lebih kecil tentunya. Tahun lalu, permintaan emas untuk investasi sebesar 245,6 Ton, kemudian meningkat hingga 310,5 Ton pada 2011 atau setara kenaikan sebesar 26%. Keidakpastian ekonomi tampaknya menjadi alasan utama yang mendorong investor untuk mengoleksi emas. Masalah penyebaran hutang d zona Euro mulai memicu kekhawatiran baru. Agensi pemeringkat rating bahkan telah memangkas kualitas obligasi Portugal dan Irlandia menjadi ‘junk’ atau ‘sampah‘. Italia diperkirakan menjadi pasien berikutnya yang membutuhkan bailout atau bentuan dana segar. Meskipun pemimpin Eropa sepakat untuk memberi bantuan sebesar US$299 miliar untuk Yunani, bukan suatu jaminan bahwa negara tersebut sudah bebas dari masalah. Kita masih harus menunggu perkembangan selanjutnya karena masalah hutang zona euro ibarat bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

Di saat bersamaan, Amerika Serikat (AS), negara perekonomian terbesar dunia, juga terbelit krisis serupa. Bakan potensi gagal bayar terbuka lebar jika AS tidak menaikkan ambang batas hutang dalam waktu dekat. Memang akan ada ksepakatan untuk menaikkan plafon hutang pada tanggal 2 Agustus, namun situasi ini sudah menggambarkan bahwa negara besar sekalipun bisa mengalami kesulitan pendanaan Agensi pemeringkat rating sudah mulai mengambil ancang – ancang untuk meninjau peringkat hutang AS.

Dalam ketidakpastian, investor cenderung mencari investasi yang minim resiko. Sejarah membuktikan bahwa emas adalah logam mulia anti krisis karena nilainya tidak pernah mengalami penurunan tajam. Jika masalah hutang Eropa semakin buruk dan rating AS sampai diturukan oleh agensi pemeringkat, maka kemanakah investor melarikan dananya? Pasti tujuan mereka adalah emas.

Peluang Beli Emas

Saat harga mengalami kenaikan cukup tajam, biasana akan terjadi koreksi atau pelemahan untuk sesaat sebelum tren kembali berlanjut. Disinilah terlihat peluang beli (saat harga melemah) atau lazim disebut dengan ‘buy on dips’. Pelaku pasar sepertinya akan menjalankan strategi itu karena situasi ekonomi terkini masih belum pasti. Berdasarkan catatan harga sejak 2009, pelemahan terbesar haya sebesar 7% karena pelaku pasar terbiasa membeli kembali saat harga melemah.

Berita positif dari Eropa akan menyeret emas dari level tinggi untuk sementara waktu. Demikian pula dengan ksepakatan soal plafon hutang AS, yang akan memperkuat nilai USD dan mengikis harga emas. Namun ancaman penurunan rating “AAA”” pemerintah AS dari agensi pemeringkat akan menjadi daya pendorong kenaikan emas. Beberapa analis bahkan optimis harga emas bisa mencapai level $2000 per ons sampai akhir tahun ini. Namun, jika emas terkoreksi lebih dalam, maka investor akan melihatnya sebagai sebuah kesempatan beli. Dengan demikian, kecil kemungkinan bagi emas untuk mengalami koreksi sangat dalam hingga 50%, seperti yang terjadi pada aset lainnya. Pelemahan emas hingga separuh harga hanya terjadi pada tahun 1979 – 1980 dan tidak pernah terjadi lagi  sejak saat itu. Patu dipehatikan bahwa penurunan harga emas yang tajam umumnya terjadi dalam kisaran 3 -4 hari, sesudah itu harga kembali naik. Rasio penguatan bahkan bisa lebih besar dibandingkan penurunanya.

Sumber : FM Magazine 54th Edition Agustus 2011

Comment Back Myspace Comments

Thank You Myspace Comments


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s