No Plan No Gain !

Salah satu kunci kesuksesan trading tak lain adalah konsistensi dalam menjalankan rencana investasi. Layaknya sebuah bisnis konvensional, seorang trader harus terlebih dahulu menerjemahkan tujuan utama. Business plan pada umumnya mencakup strategi jitu, target market yang jelas, kalkulasi biaya dan probabilitas keberhasilan. Ketika rencana awal tidak berjalan sempurna, ada baiknya untuk merancang plan B agar tujuan bisnis tidak berhenti.

Bayangkan bila Anda memulai bisnis tanpa rencana yang tersusun rapi, bagaimanakah hasilnya?
Banyak trader menjalankan trading dengan hanya mengandalkan feeling, rumor atau bahkan spekulasi semata. Tipikal trader seperti ini meyakini bahwa pasar mengarah pada trend tertentu tanpa dilandasi oleh sistem trading yang jelas. Aksi trading dengan cara demikian tetap dapat menghasilkan keuntungan, tapi pasti tidak akan bertahan lama.
Demi meraih hasil yang optimal di pasar keuangan, ada baiknya Anda mulai membuat rencana matang. Masterplan ini nantinya akan menjadi panduan bagi seluruh aktifitas trading Anda di lantai bursa. Sehingga segala tindakan transaksi tidak akan keluar dari jalur yang ditetapkan.
Salah satu anggota grup Turtle Trader, Curtis M. Faith, menekankan pentingnya perencanaan trading ke dalam sebuah buku berjudul Way of the Turtle. Pada literatur tersebut, sang legenda pasar berjangka membagi trading plan ke dalam 6 komponen utama, yakni:
Pasar: Instrumen yang akan diperjual belikan
Keputusan pertama adalah menentukan di pasar mana Kita akan trading, misalnya: GBP/USD, XAU/USD, hk_hkk50 dan sebagainya. Pilihlah pasar yang karakternya sesuai dengan sistem trading Kita.
Jumlah Posisi: Besaran lot yang akan diperjual belikan
Jumlah lot menentukan manajemen resiko dengan mentoleransi besaran resiko yang bisa Kita terima.
Titik masuk: Waktu yang tepat untuk membuka posisi beli atau jual
Titik masuk ditentukan oleh sinyal dari sistem trading yang kita jalankan.
StopWaktu yang tepat untuk keluar dari posisi rugi
Titik keluar dari pasar ketika merugi menentukan eksistensi Anda selanjutnya. Lakukan Stop sebelum kita membuka posisi lagi, hal ini penting untuk menjaga Anda tetap berada di pasar.
Exit:Waktu yang tepat untuk keluar dari posisi untung
Titik keluar ketika telah meraup keuntungan bisa mencegah Anda kehilangan profit di depan mata.
Sebelum membuat rencana trading, Anda harus menentukan sistem trading yang akan dipakai. Misalnya dengan menggunakan sistem breakout, kombinasi antarastochastic dan MA, ataupun mengkolaborasikan Fibonacci bersama MACD dan lain sebagainya. Sistem trading tersebut akan memberi gambaran bagi Anda untuk membuka dan menutup posisi, menambah jumlah lot dan seterusnya. Dengan berpedoman pada sistem trading, Anda dapat membuat rencana trading yang baik sekaligus handal.
Jangan lupa untuk tetap konsisten menjalankan rencana awal. Lakukan evaluasi secara periodik hingga mencapai keuntungan optimal. Selamat Mencoba!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s