ANALISA FUNDAMENTAL

 

BEBERAPA INDIKATOR EKONOMI US

Analisa Fundamental adalah analisa yang mengandalkan berita – berita yang terjadi di pasar dunia, atau yang sedang beredar di market. Kandungan berita ini menjadi penggerak emosi market trader untuk menentukan nilai suatu mata uang, saham, atau instrumen yang lain. Salah satu contohnya adalah kenaikkan suku bunga Bank Sentral oleh The Fed (Bamk Sentral US) dapat berarti menguatnya Dollar. Naiknya harga petrolleum akan mengerek saham – saham yang berhubungan dengan komoditas, dsb.

INDIKATOR EKONOMI

Laporan indikator ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah atau organisasi swasta suatu negara itu melaporkan kinerja ekonomi. Laporan ekonomi adalah sarana yang digunakan negara untuk mengukur secara langsung kesehatan ekonomi negara tersebut. Tetapi ingat bahwa faktor -faktor dan kebijakan akan mempengaruhi kinerja ekonomi suatu bangsa.

Laporan ini dirilis dijadwalkan dengan waktu, lalu dengan ketersediaan pasar terdapat indikasi apakah ekonomi suatu negara telah meningkat atau menurun. Anda mungkin mengenali beberapa laporan ekonomi, seperti angka pengangguran, statistik perumahan, dan lain-lain. (www.forexfactory.com)

No

Economic indicator of USD

Up / Down

USD

1

Averaging Earning

Naik

Menguat

2

Balance of Payment

Naik

Menguat

3

Budget Deficit

Turun

Menguat

4

Business Inventories

Naik

Menguat

5

Capacity Utilization

Naik

Menguat

6

Chicago PMI (Purchasing Management Index)

Naik

Menguat

7

Construction Spending

Naik

Menguat

8

Consumer Confidence Index

Naik

Menguat

9

Consumer Credit

Naik

Menguat

10

Consumer Price Index (CPI)

Turun

Menguat

11

Consumer Spending (Expenditure)

Turun

Menguat

12

Cost of Living

Turun

Menguat

13

Current Account

Naik

Menguat

14

Deflasi

Naik

Menguat

15

Durable goods

Naik

Menguat

16

Factory Orders

Naik

Menguat

17

Federal Budget

Naik

Menguat

18

Federal Reserve Fund

Naik

Menguat

19

Gross Domestic Product

Naik

Menguat

20

Housing Start

Naik

Menguat

21

Industrial  Productions

Naik

Menguat

22

Interest Rate (FOMC Meeting)

Naik

Menguat

23

Jobless Claims

Turun

Menguat

24

Leading Indicator

Naik

Menguat

25

Money Supply (M1,M2,M,M4)

Naik

Menguat

26

Nat.Ass.Purchasing Manager (NAPM)

Naik

Menguat

27

Non Farm Payrolls

Naik

Menguat

28

Personal Espenditure

Naik

Menguat

29

Personal Income

Naik

Menguat

30

Producer Price Index (PPI)

Turun

Menguat

31

Public Sect Debt Repayment

Naik

Menguat

32

Retail Sales

Naik

Menguat

33

Trade Balance

Naik

Menguat

34

Trade Deficit

Turun

Menguat

35

Unemployment Rate

Turun

Menguat

36

Unit Labor Cost

Turun

Menguat

37

Whole Sale Price Index

Naik

Menguat

38

Whole Sale Order

Naik

menguat

Beberapa definisi Indikator Ekonomi US

  1. All Industries Index : Indeks ini menunjukkan pergerakan harga untuk kombinasi harga yang telah di-adjust (disesuaikan) terlebih dahulu dari semua indeks perindustrian.
  2. Average Hourly Earnings : Tingkat pertumbuhan antara tingkat rata – rata per jam dalam satu bulan dan tingkat pertumbuhan upah, sehingga dapat pula dijadikan indikator inflasi. Tingkat per tahunnya juga penting disimak untuk memberikan gambaran trend jangka panjang.
  3. Business Inventories : Angka persediaan barang yang telah diproduksi namun belum terjual. Merupakan salah satu komponen dalam perhitungan GDP dan dapat memberikan petunjuk penting mengenai arah perekonomian di masa yang akan datang.
  4. CBI Survey : Organisasi pengusaha terbesar di Inggris, memfokuskan pada menciptakan, mempertahankan kondisi ideal bagi kompetisi dan kemakmuran yang optimal bagi semua. CBI menerbitkan survei tia[p bulan dan empat bulan sekali terhadap penilaian pada sektor jasa dan manufaktur masa lalu, saat ini, dan yang akan datang. Indeks yang dihasilkan menunjukkan pandangan responden untuk berbagai hal seperti output, penjualan, harga, investasi dan permintaan ekspor/impor.
  5. Chicago PMI (Purchasing Managers Index) : Merupakan data PMI dari khawasan Chicago dan sekitarnya. Lingkup survey meliputi baik sektor industri, maupun sektor non-industri (yang jarang disadari oleh para pelaku pasar). PMI sendiri merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur : Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan tenaga kerja. Angka indeks di atas 50 berarti sektor bisnis mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi. Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur aktivitas produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.
  6. Consumer Confidence : Data ini mengukur tingkat optimisme konsumen terhadap performa perekonomian. Pada umumnya, consumer confidence akan tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan GDP tinggi. Data (perubahan) per bulan ini dianggap tidak berdampak signifikan pada tren secara keseluruhan.
  7. Consumer Prive Index (CPI) : Adalah data yang mengukur rata – rata perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen (dalam rata – rata) untuk sekelompok barang dan jasa tertentu. CPI merupakan indikator inflasi yang paling umum digunakan dan dianggap juga sebagai indikator keefektifan kebijakan pemerintah. Naiknya CPI mengindikasikan naiknya tingkat inflasi yang akan menyebabkan turunnya harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
  8. Current Account : Adalah selisih antara total ekspor dan impor barang, jasa, dan transfer. Merupakan bagian dari neraca perdagangan. Dalam perhitungannya, Current Account tidak mencakup transaksi – transaksi asset finansial dan kewajiban (hutang). Data ini merupakan indikator tren perdagangan luar negeri.
  9. Durable Goods Orders : Adalah data yang menghitung volume (dalam Dollar) pesanan dan pengiriman barang – barang yang termasuk kategori tahan lama (barang yang usia manfaatnya 3 tahun atau lebih).
  10. Existing Home Sales : Adalah sebuah laporan regional mengenai aktivitas penjualan kembali rumah.
  11. Factory Orders : Adalah data yang menghitung nilai (dalam dollar) pesanan (order) baru barang – barang tahan lama (durable) dan tak tahan lama (non-durable). Data ini memberikan laporan yang lebih lengkap daripada data Durable Goods Orders yang dirilis satu atau dua minggu lebih awal. Data pesanan barang ini memberikan gambaran mengenai akan seberapa sibukkah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi pesanan tersebut. Sehingga otomatis angka data yang lebih besar berarti semakin tingginya tingkat permintaan pasar.
  12. Federal Open Market Comitee (FOMC) : Adalah lembaga bagian dari Federal Reserve (bank sentral Amerika) yang menetapkan kebijakan tingkat suku bunga dan kredit. FOMC merupakan lembaga pembuat kebijakan yang paling penting dalam sistem Federal Reserve. Lembaga yang saat ini diketuai oleh Ben Bernanke ini biasanya secara periodik mengadakan 8 kali pertemuan dalam setahun untuk memutuskan apakah perlu atau tida ada perubahan dalam kebijakan moneter.
  13. FOMC Minutes : Adalah pengumuman dari Federal Reserve yang menjelaskan tentang pertemuan yang diadakan lembaga penentu kebijakan moneter Amerika sebelumnya.
  14. Gross Domestic Product (GDP) : Mengukur nilai market barang – barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu tingkat konsumsi, investasi, pembelian – pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor. Dirilis per kuarter, angka data ini menunjukkan prosentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam 3 rilis yaitu Advanced – rilis pertama, Preliminary – rilis pertama, Final – Revisi kedua dan terakhir. Revisi – revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market.
  15. Help-wanted Index : Adalah indeks yang menghitung jumlah lowongan pekerjaan yang diiklankan di 51 koran yang tersebar di seluruh Amerika Serikat. Ketua Federal Reserve, Alan Greenspan, seringkali membicarakan dan mengamati indeks ini, sebab indeks ini mampu memberikan kondisi bursa tenaga kerja AS saat ini.
  16. HICP : Kurang lebih sama dengan Consumer Price Index (CPI). Merupakan indikator inflasi yang dipakai oleh European Central Bank (Bank Sentral Eropa).
  17. Housing Starts & Building Permits : Housing starts adalah data bulanan yang menghitung jumlah pembangunan unit perumahan baru per bulannya. Sebagian besar data Housing Starts dikumpulkan dari jumlah aplikasi dari ijin (permits) untuk pembangunan rumah. Data ini termasuk indikator utama. Pentingnya data ini terletak pada kemampuannya untuk memicu perubahan kondisi perekonomian, memprediksi perubahan tingkat pertumb. Turunnya jumlah unit perumahan baru dapat memperlambat perekonomian dan mendorong ke arah resesi. Sebaliknya, peningkatan pada jumlah unit perumahan baru mengindikasikan tumbuhnya perekonomian. Peningkatan bulanan yang melebihi perkiraan diartikan sebagai indikasi naiknya tekanan inflasi.
  18. IFO Survey : Survey utama Jerman tentang kondisi usaha. Diterbitkan per bulan oleh institute for Economic Research, salah satu lembaga riset terbesar di Jerman, indeks IFO secara umum dinilai sebagai indikator penting tentang aktivitas perekonomian, dan terkenal kehandalannya dalam mengindikasikan perubahan tren pada tingkat pertumbuhan perekonomian Jerman. Responden survey ini meliputi lebih dari &.000 perusahaan.
  19. Industrial Production : Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain – lain) Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publlik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca). Peningkatan yang melebihi perkiraan dari indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga – harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
  20. Industrial Production & Capacity Utilization  :Merupakan pelengkap dari data Industrial Production. Capacity Utilization menghitung tingkat penggunaan modal negara yang dipakai dalam proses produksi tersebut. Data ini naik turun sejalan dengan siklus bisnis. Naiknya tingkat produksi akan menyebabkan naiknya data ini juga. Namun, sangat tingginya tingkat kesulitan dalam menyusun data ini menyebabkan market kurang mempercayai tingkat akurasinya. Peningkatan yang melebihi perkiraan dari kedua indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga -harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
  21. Industrial Productin & Manufacturing Production : Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publlik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca). Peningkatan yang melebihi perkiraan dari indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga – harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
  22. Institute for Supply Management (ISM) Index : Sebelumnya dikenal dengan NAPM, efektif berubah sejak Januari 2002. Merupakan survei penting pada aktivitas manufaktur AS yang dilakukan oleh Institute for Supply Management (ISM). Laporan biasanya dikeluarkan pada hari pertama kerja pada tiap bulannya, menyediakan pandangan awal yang detail tentang sektor manufaktur sebelum dikeluarkannya laporan employment lain. Survei ini dikedengan keakurata timeliness (jangka waktu)nya, luasnya informasi yang ada, dan angka yang tertera pada headline-nya merupakan fungsi dari enam komponen utama : pembayaran harga, order baru, supplier, pengantaran, produksi, inventaris, dan employment. Perlu dicatat, ketiga komponen terakhir merefleksikan kekuatan supply (penawaran), sementara tiga komponen sebelumnya merefleksikan kekuatan demand (permintaan). Dapat dilihat bagaimana trend relatif antara dua kelompok tersebut (supply dan demand) menggambarkan balance antar dua kekuatan tersebut, dan hal ini memberikan pandangan bagi kebijakan – kebijakan Federal Reserve. Komponen  pembayaran harga (Price Paid) secara luas diperhatikan karena komponen ini melibatkan unsur tekanan harga dalam sektor tersebut, angka 50 atau lebih mengindikasikan bahwa sektor tersebut sedang berkembang, sementara angka di bawah 50 menunjukkan adanya penyusutan.
  23. Leading Indicators : Adalah gabungan dari beberapa indikator ekonomi lainnya. Indeks ini disusun untuk mendapatkan sinyal tentang trend perekonomian yang lebih up-to-date (terkini) dan konsisten.
  24. M4 – Money Supply : Adalah data yang menghitung jumlah uang yang beredar dalam suatu perekonomian. Merupakan jumlah dariJumlah uang yang berdar dalam bentuk koin maupun kertas; jumlah pinjaman dari bank, kepada peseorangan, perusahaan dan bank-bank lain; jumlah uang yang dipinjam oleh pemerintah. Para pakar moneter meyakini bahwa money supply ini adalah indikator yang bagusuntuk memprediksi tingkat inflasi. Namun, korelasinya menjadi tidak dapat diandalkan sejak liberalisasi finansial pada tahun 80’an.
  25. Net Capital Flows : Adalah data yang menghitung selisih bersih dari total dana/nodal yang masuk dan keluar.
  26. New York Empire State Manufakturing Index : Survey bulanan terhadap para industriawan yang diadakan di area New York dan sekitarnya oleh Federal Reserve New York. Partisipan survey ini mewakili berbagai macam sektor industri.

Comments are closed.