Sudahkah Trading Menggunakan R3?

Kita, biasanya jika berhadapan dengan floating loss (posisi rugi) cenderung akan mempertahankannya hingga besar kerugian tersebut membengkak beberapa ratus poin. Ini bukan karena tuntutan trading sistem, tetapi lebih karena ketidaksiapan kita dalam menerima kerugian, sekecil apapun itu.

Ketidaksiapan ini, tanpa bermaksud menghakimi siapapun akan mengantarkan kita pada level kerugian yang sudah tidak mampu lagi kita tanggung. Dan akhirnya mempercepat proses the end dari satu episode perjalanan sejarah trading kita.
Demi menjaga agar perjalanan sejarah tersebut tidak mengalami nasib yang sama pada episode trading selanjutnya, maka kita perlu info sana dan sini untuk mendapatkan aplikasi terbaik dari ilmu-ilmu yang sudah ada.

Di bawah ini ada satu hal penting yang mungkin terlewatkan, dan ternyata bisa kita susun sebelum memulai kembali transaksi kita.

Rasio risiko berbanding imbal hasil (Risk to reward ratio/ R3) Yang pertama adalah rasio perbandingan antara risiko dan imbal hasil dari transaksi instrumen finansial kita. Konsep yang sangat penting ini dikenal dengan risk to reward ratio dan untuk selanjutnya kita singkat R3. Dalam trading R3 dapat berarti seberapa besar kerugian berbanding keuntungan yang diperoleh dalam aktifitas transaksi.
Orang sekarang lebih kritis dalam menghadapi sesuatu, dan bisa jadi karena tingkat kritis yang tinggi itu, banyak juga trader yang malah menentang penggunaan rasio ini dalam aktifitas trading.

Mari menyimak ilustrasi R3 di bawah ini;
Anggap saja kita telah depositkan dana sebesar 100 juta rupiah atau sebesar $10,000, dan telah melakukan transaksi sebanyak 10 kali dengan kondisi sebagai berikut; Setiap transaksi sebesar 1 lot dengan target keuntungan $1,500 (Rp.15 juta) dan batas kerugian (stop loss) sebesar $500 (Rp.5 juta). Dengan demikian perbandingan R3-nya berarti 3 berbanding 1. Keuntungan transaksi 3 kali lebih besar dibandingkan kerugian.
Dengan aturan sesederhana itu saja, maka sekalipun sistem trading kita hanya mampu menghasilkan keuntungan 3 kali dari 10 transaksi (7 transaksi rugi) kita masih tetap mendapatkan keuntungan, sebesar $1,000 (Rp. 10 juta) (Lihat tabel 1). Dan katakanlah komisi yang dibayar untuk pialang (broker) setinggi $50 (Rp.500 ribu) per transaksi dan total untuk 10 transaksi sebesar $500 (Rp.5 juta), kitapun masih mendapatkan sisa keuntungan sebesar $500 atau 5 juta rupiah.
Indah bukan? Konsep sederhana namun sangat membangun. Tapi tunggu dulu, keindahannya belum berhenti di situ. Bagaimana jika dalam kesempatan 10 transaksi lain ternyata keuntungan kita bertambah 1 kali lagi saja?
Bagaimana jika, dalam 10 transaksi tersebut 4 diantaranya menghasilkan keuntungan (sebelumnya hanya 3) dan 6 sisanya masih mengalami kerugian?
Mari kembali menyimak ilustrasi di bawah:

Dari hasil tabel 2 tersebut, Jika dikurangi total komisi $500 maka total keuntungan kita telah menjadi $2,500.

Satu saja peningkatan kinerja (win loss ratio) dari sistem trading kita, membuat perbedaan yang luar biasa. Dari total keuntungan $500 menjadi $2,500.
Mungkin rekan pembaca beranggapan itu kan hanya sekedar teori, bagaimana mungkin mendapatkan keuntungan dan kerugian persis seperti itu padahal kondisi pasar sangat dinamis. $1,500 berarti 150 poin untuk sebagian besar instrumen Forex, yang rata-rata pergerakannya tidak sebesar Indeks saham?
Ya, jawabannya benar-benar sesederhana itu.
Rata-rata range harian sangat membantu dalam menentukan R3, tetapi kita tidak harus memaksakannya, karena selain jika range hari ini tidak mencukupi masih ada range besok, metode ini juga tidak harus dipaksakan untuk diterapkan persis pada setiap transaksi. Sekali lagi, tidak harus seperti itu.
Kita dapat menggunakan rata-rata kerugian dan rata-rata keuntungan dalam jumlah tertentu transaksi, dengan dasar patokan jumlah kerugian maksimal dan menggunakan trailing stop sebagai alat untuk mengubah level stop loss dan mengunci keuntungan.
Misalnya, kerugian setiap transaksi tidak boleh lebih dari 10% dari modal dan itu berarti $1,000 (dari $10,000). Dan jika kita tetap menggunakan rasio 3 berbanding 1, maka target keuntungan per transaksi adalah $3,000. Kemudian, kita dapat menerapkan langkah-langkah selanjutnya sebagai berikut:

  1. Menempatkan level stop awal (initial stop) pada harga 100 poin di bawah posisi beli atau 100 poin di atas posisi jual.
  2. Menempatkan target likuidasi pada harga 300 poin di atas posisi beli atau 300 poin di bawah harga posisi jual.
  3. Menggunakan trailing stop dengan basis pergerakan 30 atau 50 poin. Artinya setelah mencapai keuntungan 30 atau 50 poin, level stop yang tadinya sebesar 100 poin akan terus berkurang sesuai dengan pergerakan harga.

Dengan demikian, stop kita tidak berbentuk angka pasti yang sama setiap saat, namun berubah sesuai dengan pergerakan harga. Pada kondisi yang tertentu sekali level stop 100 poin tersebut dapat terkena, namun tentunya lebih sering kurang dari 100 poin karena penggunaan trailing stop.

Jika kita asumsikan saja rata-rata posisi sebesar 50 poin atau $500, dan rata-rata keuntungan sebesar 150 poin, karena 300 poin target bisa jadi sulit tercapai. Maka hasil transaksi kita akan sama dengan tabel 1 atau tabel 2 di atas. Jika sistem kita mampu menghasilkan 3 posisi untung dan 6 posisi rugi, maka rekening kita pun masih tumbuh $500 setelah dipangkas komisi. Atau jika kondisi sistem trading kita ternyata mampu menghasilkan keuntungan 4 posisi dan rugi hanya 6 posisi, maka kita juga masih tetap mendapatkan keuntungan yang sama dengan tabel 2, sebesar $2,500 setelah komisi.

Tapi tunggu dulu, bagaimana jika sistem saya hanya mampu menghasilkan keuntungan dengan 2 posisi saja dan 8 posisi lagi mempersembahkan kerugian?
Apakah risk to reward ratio-nya perlu di tingkatkan? Misalnya menjadi 4:1, atau lebih dari itu? Jawabannya juga sederhana. Anda tidak perlu mengubah rasio Anda. Anda hanya perlu membuang jauh-jauh sistem trading tersebut.

Sumber : Iswardi Lingga, FM Magazine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s