Lebih Fokus pada RESIKO dan MODAL

Pengelolaan risiko haruslah mengacu pada faktor yang dapat dikontrol. Sementara di sisi lain risiko utama trading bersumber pada produk dan pergerakan harganya, yang memang sudah eksis sejak awal. Mekanisme pasar tersebut sepenuhnya di luar kendali pelaku trading. Satusatunya hal yang dapat dikendalikan oleh investor adalah tata kelola dana, yakni menentukan seberapa besar modal yang akan diekspos dan cara pengelolaannya.

cropped-vvvv.png

Berikut adalah  langkah untuk mengaplikasikan manajemen resio dan modal :

Tentukan Resiko maksimum dan modal awal

Anda perlu menentukan resiko maksimum agar lebih ada kejelasan seberapa besar kesempatan yang anda miliki jika perilaku trading  anda menghasilkan kerugian secara terus menerus. Ibarat berburu dengan 100 amunisi, anda memiliki  100 kesempatan untuk menembak. Namun jika senjata anda mengeluarkan 2 amunisi setiap kali menembak, maka kesempatan yang anda miliki berkurang jadi 50 kali. Jika dalam 50 kali kesempatan itu anda terus mendapatkan kegagalan, maka anda telah kehabisan amunisi dan otomatis tersingkir dari arena perburuan. Semakin banyak amunisi yang anda gunakan dalam satu kesempatan maka semakin sedikit pula jumlah kesempatan anda.

Bagi trader pemula, resiko maksimum yang disarankan tidak lebih dari 2%. Hal ini untuk memastikan bahwa anda tidak tersingkir dari arena, kecuali terjadi kesalahan transaksi dalam skenario terburuk. Artinya adalah 50 kerugian terus menerus tanpa ada satupun transaksi yang menghaslkan keuntungan.

Jika deposit account anda di awal sebesar $10.000 maka kerugian maksimum per rata- rata transaksi adalah $200. Jumlah itu setara dengan satu Lot transaksi sebesar 20 poin pada instrumen forex, $2 untuk produk emas (XAU) atau sekitar 40 poin pada indeks nikkei.

Apabila pasar atau sistem trading anda hanya akan bekerja baik dengan jumlah resiko atau stop loss yang lebih besar,maka anda juga sebaiknya meningkatkan modal awal untuk tetap menjaga 50 kesempatan transaksi tadi. Formula di bawah ini akan berguna untuk menentukan modal awal yang perlu anda depositkan :

MODAL AWAL = [$Stop Loss] / [Resiko Maksimum]

Melalui formula tersebut, tugas untuk menentukan  besaran modal awal menjadi lebih mudah. Misalkan sistem anda akan bekerja lebih baik pada instrumen euro dengan stop loss sebesar 40 poin atau $400, makaanda sebaiknya menggunak modalawal sebesar :

=[ $400] / [ 2% ] = $20.000

Untuk instrumen emas, misalnya anda mempunyai sistem yang menghasilan kinerja terbaik dengan stop loss sebesar $5 atau senilai dengan $500 pada ekuiti, maka anda sebaiknya menggunakan modal awal sebagai deposit sebesar :

=[ $500] / [ 2% ] = $25.000

Disiplin dan bertahan pada metode pertama di atas maka anda telah mengambil langkah pertama untuk menuju kesuksesan trading.

Terapkan Resiko maksimum per hari

Dengan menerapkan resiko maksimum sebagai batasan kerugian per hari, berarti anda hanya mempernolehkan satu kerugian terjadi dalam satu hari. Jika transaksi pertama menghasilkan keuntungan dan yang kedua menghasilkan kerugian senilai 2% dari keseluruhan ekuiti anda, maka anda sebaiknya berhenti pada transaksi kedua dan baru melanjutkan trading di keesokan harinya.

Satu posisi dalam satu kesempatan 

Untuk membiasakan diri dengan pengelolaan resiko ini, maka saran ini harus anda tanggapi secara serius. Satu posisi pada suatu saat tertentumembuat anda fokus pada fungsi pengelolaan resiko. Begitu pula dengan halnya dengan membuka satu posisi yang kedua setelah anda berhasil melikuidasi posisi yang pertama dengan keuntungan tertentu. Demikian juga posisi yang kedua, anda hanya akan membuka posisi ketiga ( pada instrumen apapun ) jika telah berhasil mengantongi  keuntungan riil dari posisi kedua dan seterusnya. Jika anda mengalami kerugian 2% dari totalekuiti anda pada salah satu dari posisi -posisi tersebut,maka buku trading anda pada hari itu harus ditutup dan baru dibuka kembali pada keesokan harinya.

Tentukan Jumlah Transaksi ( Lot / Lembar saham )

Metode ini merupakan kombinasi dari manajemen resiko dan modal yang diaplikasikan berdasarkan potensi pergerakan harga. Dengan kata lain, jumlah lot yang anda gunakan dlam setiap transaksi dihtung berdasarkan level stop loss dan disesuaikan dengan resiko maksimum (2%).

Formula : Jumlah Lot = [ Resiko Maksimum ] / [ $stop loss]

Misalkan pada suatu kesempatan transaksi emas (XAU), metode trading anda memiliki level stop sebesar $2 dengan ekuiti sebesar $20.000 dan resiko maksimum yang sudah ditentukan sebesar 2%. Karena kontrak emas 1 lot sama dengan 100 troy ounce, maka $2 stop sama dengan $200. Jumlah lot yang sebaiknya ditempakan adalah :

[ 2% x $20.000 ] / [ $200 ] = $400 / [ $200 ] = 2 lot

Contoh kedua untuk mematangkan perhitungan ini : misalnya dengan ekuiti sebesar $20.000 anda membeli mata uang EUR/USD di harga 1.3340 dan menempatkan stop loss pada level 1.3300,dengan maksimum resiko sebesar 2%. Melalui penggunaan formula di atas, maka level stop anda yangbernilai 0,0040 pips dengan kontrak forex sebesar 100.000 sama dengan $400.

= [ 2% x $20.000] / [$400] = $400 / [ $400]= 1 lot

Melalui perhitungan ini anda hanya dapat mengambil posisi dengan kontrak reguler sebanyak 1 lot.

Hanya ambil posisi dengan reward 2 kali lebih tinggi berbanding resiko

Tentunya peluang untuk masuk posisi sangat besar terutama di tengah banyaknya informasi tersebar melalui media – media. Sebaiknya anda hanya memilih peluang yang memiliki rasio resiko berbanding imbal hasil paling sedikit 1 : 2 dan jika memungkinkan lebih tinggi dari itu.

Sumber : Iswardi Lingga – FM Magazine Maret 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s