“History Reapeat itSelf”

WIn Logo“Pergerakan harga emas dalam beberapa pekan terakhir sangat menarik untuk  disimak. Penurunannya begitu dalam sampai banyak pengamat dan analis meramalkan bahwa fase bull market telah berakhir. Jika berkaca pada level harga terkini asumsi tersebut sangat bisa dimaklumi, khususnya untuk jangka pendek.”

grafik rupiah

Grafik diatas menggambarkan penurunan emas sebanyak 32% dari rekor tertinggi sepanjang masa di $1920.85 per troy ons. Rasio penurunannya setara dengan koreksi yang terjadi 5 tahun lalu, ketika emas merosot sebanyak 34% dari level tertingginya. Tanpa mengabaikan kondisi fundamental ekonomi yang kurang kondusif, koreksi harga tahun ini merupakan sesuatu yang wajar dan sudah bisa diprediksi di masa lalu. Teori Elliot Wave yang berbunyi “History Repeat Itself” dapat mewakili siklus  di balik pergerakan harga emas. Di masa lalu koreksi sekitar 30% memang pernah terjadi, namun kemudian logam mulia favorit investor ini mampu bangkit untuk mencatat kenaikkan besar hingga ke rekor $1920.85 per troy ons.

ROI tahunan

Mari kita lihat perbandingan performa aset – aset global. Gambar diatas menampilkan presentasi Return on Investment (ROI) tahunan instrumen saham, obligasi dan emas. Setelah mengamati pergerakan harga sejak tahun 2008, maka kesimpulan yang bisa ditarik adalah :

  1. Harga saham mencatat penguatan signifikan pada tahun 2009, 2010, 2011, 2012 dan 2013 dengan rasio kenaikan tertinggi di atas 60%. Belum pernah terjadi kerugian tahunan, termasuk dalam hal jumlah imbal hasil dari dividen.
  2. Aset obligasi juga mencetak kinerja cukup baik pada tahun 2010, 2011, 2012 dan 2013 dengan rasio return tahunan di atas 40%. Serupa dengan saham, aset hutang ini jga belu mengalami kerugian jika dihitung dalam periode tahunan.
  3. Harga emas menguat konsisten  selama tahun2009, 2010, 2011 serta mencatat kenaikkan hingga 50% dalam dua kali kesempatan. Namun harga emas menurun signifikan sejak tahun 2012 hingga 2013 ini.

Sejak tahun 2011 lalu, harga saham – saham di Amerika Serikat naik hampir 48% sementara di sisi lain emas justru turun 32%. Sebagian besar investor melihat penguatan pasar saham saat ini sebagai peluang untuk memperoleh keuntungan. Namun peluang profit sesungguhnya juga bisa didapat dengan menempatkan dana di aset yang harganya sedang berada di bawah tekanan seperti emas. Pergerakan aset ekuitas memang sedang lebih baik jika dibandingkan dengan logam mulia. Akan tetapi jika dikaitkan dengan tren kenaikkan yield (bunga) obligasi, bisa disimpulkan bahwa fase deflasi sudah berada di persimpangan.

Rasio Emas dan Minyak Mentah

Pergerakan harga miyak mentah dan emas cenderung berkaitan satu sama lain. Beberapa alasan yang melatarbelakangi korelasi tersebut adalah :

  1. Dalam sejarahnya, emas dijadikan alat pembayaran untuk transaksi minyak. Hingga sekarang sebagian besar surplus pendapatan sektor perdagangan minyak diinvestasikan ke dalam bentuk emas.
  2. Kenaikkan harga minyak berakibat pada lonjakkan harga inflasi. Sebagai pelindung nilai aset darigejolak inflasi,emas diuntungkan oleh penguatan harga minyak mentah.

Sejarah Harga Emas dan Minyak

Pergerakkan harga minyak & emas Gbr:Pergerakkan harga minyak (kiri) dan emas (kanan)

Eskalasi konflik militer dan politik (khususnya wilayah Timur Tengah) selalu berdampak pada kenaikkan harga minyak dan emas. Kombinasi antara perang Yom Kippur yang didatangi oleh Israel pada tahun 1973 dan embargo minyak Arab pernah melambungkan harga minyak dari $3 menjadi $12per barrel. Lonjakkan harga juga terjadi di tengah revolusi Iran (1978) dan perang Iran – Irak (1980 – 1988). Baru pada saat perang teluk terjadi, kenaikkan harga emas tidak terlalu besar seperti sebelumnya karena di saat yang sama harga minyak mentah juga relatif stabil. Emas kemudian mengalami fase pelemahan sebelum akhirnya pulih tanggal 11 September 2011 (peristiwa bom WTC). Invasi Amerika keIrak pada tahun 2003 turut menambah kekuatan trend emas, dan harga makin terangkat tinggi di tengah eskalasi isu program nuklir Iran. Patut dicatat bahwa korelasi  pergerakkan harga kedua komoditi di atas belum melibatkan faktor inflasi riil.

Rasio Emas dan Minyak Mentah

Penghilangan efek inflasi ditujukan untuk mempermudah perhitungan korelasi rasio harga, atau singkatnya untuk mencari tahu berapa banyak barrel minyak yang bisa dibeli dengan satu ons emas.

Rasio emas dan minyak = harga emas (per ons) / harga minyak mentah (per barrel)

rasiominyak dan emas

Rasio harga miyak – emas membantu kita untuk mengidentifikasi peluang dari overbought dan oversold emas. Grafik di atas menunjukkan dukungan yang kuat antara 8 dan 10 barel / ons emas selama 30 tahun terakhir.Meski sesekali naik ke atas 20,jarang sekali pergerakannya bertahan lama. Rasio emas – minyak mengidentifkasi :

  • Peluang Buy (untuk emas) ketika rasio emas – minyak di bawah dan / atau mulai mengarah ke atas 10 barel / ons rasio, dan
  • Peluang sell ketika rasio minyak – emas ternyata turun ke bawah atau ke atas 20 barrel / onsrasio.

Sumber : Azhari Fauzi Noor; FM Magazine mei 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s