BELI atau JUAL emas?

WIn LogoKehilangan poin lebih dari $200 dalam beberapa hari bukanlah hal yang biasa dalam pergerakkan harga emas, terutama jika mengacu pada rata = rata pergerakkan harian yang berkisar antara $10-15 per troy ons. Sederet level pertahanan harga yang sulit tertembus sejak 2011 tidak lagi kuat meredam aksi jual di bulan april lalu.

Level Support 1550, 1520, dan 1475 gagal menahan gempuran investor yang terus melepas posisinya pada aset logam mulia.

Apa yang sebenarnya terjadi? Setidaknya ada 4 faktor kunci yang membuat emas luluh lantak bulan lalu, yaitu :

  1. India : Negara konsumen terbesardunia ini memberlakukan pajak impor emas sebesar 50% mulai tahun ini. Tingginya pajak impor langsung membatasi  jumlah permintaan emas masyarakat India,yang terkenal sangat menggemari bahan – bahan perhiasan.
  2. Chartist : Analis teknikal sudah memberi eringatan soal trend bearish emas sejak beberapawaktu lalu sehubungan dengan potensi penurunan lebih dalam.
  3. Siprus : Kanselir Jerman, Angel Merkel, meminta Siprus untuk menjual aset emasnya untu membayar hutang mereka. Jerman sepertinya telah terlibat dalam proyek bantuan keuangan Eropa dan mulai bersikap tegas. Kebijakkan jual emas Bank SentralSiprus dikhawatirkan menjadi preseden buruk bagi negara Eropa lain yang sedang bermasala dengan hutang.
  4. Saham : Munculnya ekspektasi pemulihan ekonomi mendorong investro untuk masuk ke bursa saham ketimbang berinvestasi emas.

Selain alasan – alasan di atas,masih ada faktor lain yang mempengauhi proyeksi harga emas. Goldman Sachs misalnya, pada 10 April lalu memangkas target harga emas tiga bulanan menjadi $1530 per ons dan menurunkan proyeksi harga 12 bulan dari $1.550 menjadi $1.390. Societe Generale satu pekan sebelumnya juga memperingatkan bahwa harga emas sudah berada dalam kondisi “bubble”. Jumlah aset di SPDR Gold Trust,bursa investasi emas terbesar di dunia, sudah turun ke level terendahnya sejak akhir Aprol 2010.

Berkaca pada sederet fakta tersebut, apakah era emas sudah dbisa dibilang berakhir? Masih terlalu dini untuk mengatakan “YA” karena tidak semua orang melihat penurunan harga kali ini sebagai sebuah bencana. Salah satu investor besar Marc Faber, mengatakan bahwa penurunan besar nilai instrumen favorit investor ini justru membuka peluang beli yang lebih menarik. Komentar senada juga diungkapkan oleh onvestor kenamaan lainnya, Jim Rogers, yang berpendapat penurunna harga sebagai sinyal untuk membeli lebih banyak di harga yang lebih murah.

Bagaimana dengan Bank Sentral? Apakah penurunan harga mengurungkan niat mereka untuk mengoleksi emas? Atau justru membuat otoritas ingin melepas kepemilikannya? Menurut Bank Sentral Srilanka, koreksi harga hanya akan membuka ruang bagi mereka untuk membeli emas lebih banyak lagi. Adapun Bank of Korea berpendapat kinerja emasbeberapa waktu terakhir bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan karena kepemilikkan emas ditujukan untun simpanan jangka panjang.

Terlepas dari apapun opini pengamat dan pengawas moneter, harus diakui bahwa penurunan harga emas memang sangat cepat, drastis dan di luar dugaan. Fenomena ini seakan mengingatkan investor bahwa emas bukan lagi safe haven yang kestabilannya terjaga. Emas ini tidak ubahnya dipandang seperti aset saham yang dapat melemah 10%, 20% dan bahkan sampai 50% dalam waktu singkat. Pelaku pasar disarankan lebih berhati – hati dalam melakukan transaksi emas dan tidak pernh lupa untuk menempatkan batas  keugian sebagai antisipasi jika arah harga tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

Maka, langkah apa yang terbaik saat ini? JUAL atau BELI emas? Berdasarkan penurunan harga yang sudah cukup tajam, membeli emas di level rendahnya bisa dilakukan untuk jangka pendek dan menjual emas juga bisa dilakukan saat harga emas tembus level krusial di $1.300.

Studi Teknikal

Beli atau Jual emas

Support emas saat ini adalah di area 1.320 sebagaimana diperlihatkan oleh indikator Fibonacci. Level 1.300 menjadi support paling krusial (50%) dan level 61,8% yang beradadi 1.150 berperan sebagai level meksimal untuk koreksi wajar suatu aset. Agar berpeluang naik lebih tinggi, emas harus mampu berbalik ke atas strong resistance 1.475 dan 1.520.

Perlu dicatatbahwa trend bearish emas belum akan berubah dalam waktu dekat. Namun, dekat 1.300 kemungkinan besar mendorong investor membeli emas di harga yang sudah sangat rendah.

Sumber : Johanes Ginting ; FMMagazine mei 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s