ZERO CROSS LINE SYSTEM ; Simple but Profitable

WIn LogoSetiap transaksi dalam online trading, tidak bisa lepas dari proses bernama “analisa”, baik fundamental maupun teknikal. Analisa diperlukan untuk memprediksi arah pergerakkan harga sehingga kita bisa menempatkan posisi secara tepat. Pada akhirnya, analisa tersebut bisa menghasilkan keuntungan dan menjauhkan kerugian.

Analisa fundamental dan teknikal mempunyai peran masing-masing dalam aktivitas trading. Keduanya saling menopang layaknya mesin dan bahan bakar. Namun dalam bertransaksi, analisa yang sering digunakan mengacu pada sisi teknikal karena analisa ini lebih mudah diamati dibanding aspek fundamental, yang cenderung lebih kompleks. Kali ini Kami akan membahas tentang salah satu sistem trading yang dinamakan ‘Zero Line Cross System’. Dibangun dari kombinasi antara indikator EMA (Exponential Moving Average) dan CCI (commodity channel Index), sistem ini bisa dengan mudah diaplikasikan pada MetaTrader.

Pertama, masukkan indikator Moving Average ke dalam grafik, lalu pilih exponential dengan periode 24. Kemudian pasang indikator CCI dengan periode 25 dan 50, setelah itu isi levelnya dengan angka 0. Dalam penggunaan sistem ini, time frame yang disarankan adalah 1H atau 4H. Hindari pemakaian time frame kecil untuk menghindari false signal. Dengan demikian, tampilan MetaTrader akan menjadi seperti gambar berikut:

zerocrossline

Langkah selanjutnya, atur posisi masuk sebagai berikut :

Sinyal ‘Buy’ didapat jika harga bergerak menembus EMA 24 dari bawah ke atas, kemudian CCI (25) menembus level 0 dari bawah. Kondisi seperti ini disebut sebagai pemicu. Anda dapat masuk posisi ‘Buy’ pada open candle berikutnya jika  CCI (50) juga menembus level 0 dari bawah, maka kondisi tersebut berperan sebagai konfirmator.

Demikian juga sebaliknya, sinyal ‘Sell’ tampak jika harga bergerak menembus EMA 24 dari atas. Kemudian CCI (25) juga memecah level 0 dari atas. Anda dapat masuk posisi pada open candle selanjutnya jika CCI (50) menembus level 0 dari atas.

Jika terdapat satu syarat saja  yang belum terpenuhi, maka akan lebih baik bila Anda tidak masuk posisi. Aktifkan Stop Loss jika harga bergerak berlawanan dan ditutup di bawah EMA 24 untuk posisi ‘Buy’ dan di atas EMA 24 untuk posisi ‘Sell’. Perhatikan gambar di bawah ini:

sinyal ZCS Gambar.1

Pada gambar 1, terlihat harga menembus EMA 24 dari atas dan harga juga menembus CCI 25 dari atas. Hal ini mengindikasikan bahwa harga akan turun, namun jangan terburu-buru membuka posisi ‘Sell’. Begitu harga menembus CCI 50 dari atas, buka posisi ‘Sell’ pada open candle berikutnya, seperti terlihat pada gambar 2 di bawah ini:

sinyal ZCS 2 Gambar.2

Demikian penjelasan tentang ‘Zero Cross Line System’. Meski hanya dibangun dari indikator sederhana, tetapi kinerjanya mampu memberi hasil cukup  optimal. Harap diperhatikan potensi resiko yang muncul, serta gunakan money management dan disiplin yang baik dalam setiap transaksi. Pastikan bahwa sistem tersebut sesuai dengan karakter trading Anda melalui demo account.

Sumber : Madyono Adi Nugroho; FM Magazine 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s