MENGIDENTIFIKASI POLA HARGA DI PASAR

WIn LogoPrinsip dasar dari analisa teknis adalah ketika harga bergerak dalam tren. Suatu tren pasti tidak akan berlangsung terus-menerus. Saat tren berubah, maka jarang sekali terjadi secara perlahan. Pergerakan harga akan melambat, berhenti  dan kemudian berbalik. Fase perubahan seperti ini terjadi, sementara investor membangun harapan baru sekaligus menggeser garis supply dan demand.

Perubahan ekspektasi sering menimbulkan pola harga baru. Meski tidak ada dua pasar yang identik, pola (pattern) harga-harga tersebut seringkali bisa ditebak karena cenderung mengikuti pola tertentu. Pola grafik dapat berlaku dalam beberapa hari, bulan atau bahkan sampai hitungan tahun. 

Secara umum, semakin lama suatu pola terbentuk maka makin dramatis pula gerakan harga yang bisa terjadi. Ulasan berikut bisa menjelaskan beberapa bagian dari pola harga yang umum terjadi di pasar:

Head and Shoulders 

Head and Shoulders adalah pola grafik yang paling handal dan terkenal karena  lazim digunakan oleh banyak trader. Sesuai namanya, bentuk pola menyerupai satu kepala dan dua pundak di kedua sisi. Pola Head and Shoulders umum dipakai karena memiliki perilaku khusus saat tren berbalik. Tren ke atas terbentuk saat pergerakan grafik menunjukkan level lebih tinggi, baik untuk harga terendah maupun tertinggi dengan mekanisme seperti anak tangga. Tren pecah ketika pendakian ke atas berakhir.

Headnshoulder

Seperti kita lihat pada grafik 1, left shoulder (pundak sebelah kiri) dan head (kepala) adalah dua harga tertinggi. Head terlihat lebih tinggi dibanding left shoulder. Pundak sebelah kanan terbentuk ketika para pembeli berusaha mendorong harga lebih tinggi namun tidak berhasil. Pola tersebut menunjukkan akhir dari tren kenaikan. Lebih lanjut, konfirmasi tren ke bawah terpicu saat neckline (garis leher) tertembus.

Selama tren ke atas tampak sehat, volume perdagangan seharusnya ikut naik ketika rally harga terjadi. Gejala pelemahan tren muncul jika volume perdagangan ketika rally lebih rendah (menurun) dibandingkan volume perdagangan pada rally sebelumnya. Pada pola Head and Shoulders yang umum, penurunan volume tampak di bagian kepala dan mengecil di bagian pundak sebelah kanan. Setelah penembusan neckline, harga kembali ke neckline sebagai upaya terakhir untuk melanjutkan tren ke atas. Jika tidak mampu naik melampaui neckline, biasanya harga akan turun secara cepat dengan volume perdagangan yang besar/naik. Pola Head and Shoulders terbalik (atas-bawah) sering terjadi pada bagian bawah pasar. Serupa dengan pola Head and Shoulders normal, volume perdagangan umumnya turun ketika pola terbentuk dan kemudian naik seiring kenaikan harga di atas neckline.

Rounding Tops and Bottom

round top bottom

Rounding Tops terjadi ketika ekspektasi investor bergeser dari bullish ke bearish secara perlahan. Adapun Rounding Bottoms terjadi ketika harapan investor secara perlahan bergeser dari bearish ke bullish. Volume perdagangan selama  Rounding Tops dan Rounding Bottoms seringkali berbentuk garis melengkung. Volume perdagangan yang tinggi selama tren sebelumnya, turun ketika harapan investor bergeser dan para pedagang bersikap raguragu. Volume baru naik lagi saat tren baru terbentuk. Grafik 2 menunjukkan Goodyear dan bentuk Rounding Bottoms klasik.

Triangle

triangle

Triangle (segitiga) terjadi ketika jarak antara puncak dan lembah menyempit, Triangle umumnya terbentuk saat harga menemukan tingkat dukungan atau tahanan yang membatasi. Symmetric Triangle (segitiga simetris) terjadi ketika harga membuat level tertinggi yang yang lebih rendah dan harga terendah yang  lebih tinggi.

Ascending Triangle (segitiga naik) adalah saat dimana harga terendah tampak lebih tinggi (sama seperti dalam segitiga simetris), tetapi harga tertinggi terbentuk pada tingkat yang sama karena adanya tahanan. Secara umum, breakout ke atas sering terjadi dari pola segitiga naik.

Descending Triangle (segitiga turun) adalah ketika harga tertinggi terlihat lebih rendah (sama seperti dalam segitiga simetris), tetapi harga terendah terbentuk pada level yang sama karena adanya dukungan. Lazimnya, breakout ke bawah sering terjadi dari pola segitiga turun.

Sama seperti tekanan naik pada air jika dipaksa melalui lubang yang sempit, ‘tekanan’ harga juga naik ketika pola segitiga terbentuk. Harga akan breakout secara cepat dari pola segitiga. Breakout kemudian dikonfirmasi saat volume perdagangan yang menyertai terpantau naik. Breakout paling handal umumnya terjadi di antara setengah sampai tiga per empat dari jarak antara awal dan akhir  (puncak) dari segitiga. Tidak banyak tanda ke arah mana harga akan breakout dari pola segitiga simetris. Jika harga bergerak sepanjang segitiga sampai puncaknya, breakout kemungkinan besar tidak akan terjadi.

Sumber : Adityawarman; Research&Analyst; FM Magazine 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s