AKANKAH EMAS TERUS MELEMAH?

WIn LogoSepanjang tahun ini emas sudah mengalami penurunan sebanyak 15%. Sebuah rasio yang cukup signifikan, menyusul terjadinya penurunan drastis pada bulan April. Sedangkan pada bulan lalu pergerakan emas terbilang stabil meskipun masih dalam trend Bearish. Harga memang sempat ber-manuver ke area $1.480 dan menunjukkan gejala menguat lebih tinggi. Sayangnya, kepercayaan bullish investor terhadap logam mulia terlanjur luntur sehingga harga kembali jatuh ke level yang tidak diperkirakan sebelumnya.

Perbaikan kondisi ekonomi di Amerika Serikat (AS) membuat nilai tukar Dollar makin perkasa terhadap mata uang regional dan menggerus minat beli emas. Bukannya menambah simpanan di aset logam mulia, investor global justru semakin agresif menanamkan modal di bursa saham. Indikasi ini bisa terlihat dari lonjakkan harga saham-saham regional ke rekor tertingginya masing-masing. Salah satu indeks primadona Asia, Nikkei, sukses merangsek ke level penting 15.000 untuk kali pertama sejak 2008. Di Wall Street, Indeks Standard & Poor’s tidak mau ketinggalan dengan mencetak rekor tertinggi sampai delapan kali dalam sembilan sesi perdagangan. 

Di bursa ETP (Exchange Traded Product), bursa yang memperdagangkan produk-produk derivatif, volume aset kelolaan berbasis emas turun ke level paling rendah sejak Juli 2011. Hal ini seiring dengan hilangnya kepercayaan investor terhadap logam mulia di tengah fase pemulihan ekonomi dan tingkat inflasi yang rendah. “Pergerakan emas terus menerus mengecewakan pelaku pasar“, tutur John Stephenson, Wakil Presiden Senior dan Fund Manager di First Asset Investment Management Inc. Sosok yang terlibat dalam pengelolaan dana sekitar $2,6 miliar ini menambahkan bahwa emas bullish selama 12 tahun, namun kekhawatiran soal berakhirnya perekonomian dunia tidak bekerja sehingga tesis mengenai investasi emas diabaikan.

Analis Goldman Sachs, Jeffrey Currie, memiliki pendapat sendiri tentang performa emas. Menurutnya, penurunan harga memang sudah diperkirakan namun fase koreksi berlangsung lebih cepat dibandingkan prediksi terdahulu. Semakin berkurangnya aset kelolaan emas di ETP hanya akan menyeret harga ke level lebih rendah. Logam mulia favorit investor ini diperkirakan bisa menjangkau level $1390 hanya dalam waktu 12 bulan. Bahkan Ric Deverell. Kepala Riset Komoditi Credit Suisse Grup Ag London, Pada tanggal 16 Mei lalu meramalkan emas akan semakin remuk dan diperdaggangkan pada level $1.100 sebelum menuju ke bawah $1.000 dalam lima tahun karena inflasi gagal berakselerasi.

Akankah emas benar-benar terpuruk dalam beberapa tahun ke depan? Jawabannya banyak bergantung pada sentimen investor dan kondisi ekonomi global. Pembelian fisik akan menopang harga emas. Sedangkan bagi investor yang memiliki keyakinan lebih, emas tetap dianggap sebagai aset yang berharga. Seperti orang-orang India misalnya, mereka tidak peduli dengan sentimen yang menghinggapi pasar logam mulia karena sejak lahir hingga wafat emas sudah menjadi suatu produk kebutuhan.

Volume impor dari India, konsumen emas terbesar di dunia, berpotensi melambung hingga 47% di kuartal II menjadi 225 metrik ton dibandingkan satu tahun sebelumnya. Asumsi ini mengacu pada trend penurunan harga dan acara festival musiman yang biasanya selalu memicu lonjakkan pembelian fisik emas. Demikian menurut Haresh Soni, Chairman All India Gems and Jewellery Trade Federation.

Mengacu pada kinerja bulan lalu, emas masih akan terjerat trend bearish dalam beberapa pekan mendatang. Pelaku pasar umumnya akan mencermati titik-titik krusial untuk memastikan posisi mereka. Level $1.320 akan menjadi basis penting bagi pergerakkan harga selanjutnya, apakah semakin bearish atau mampu bertahan dalam range seperti bulan lalu.

grafik pergerakkan emas

Studi Teknikal : Trend belum berubah atau tetap Bearish. Suport 1320 berperan sangat krusialdalam menuver harga, demikian pula dengan level terendah tahun 2011 yaitu 1308. Kedua level ini akan menjadi penentu arah emas selanjutnya. Apabila tembus kedua support, maka emas akan terseret lagi dan berpotensi menuju 1150. Untuk lepas dari trend bearish, emas harus memecah strong resistance di 1520-an.

Sumber : Johanes Ginting; FM Magazine 2013

One response to “AKANKAH EMAS TERUS MELEMAH?

  1. Pingback: Cara Bertransaksi & Tips Untuk Pemula Menghadapi Trend Pasar Trading |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s