TRADING DENGAN ELLIOTT WAVE; Part 1

WIn LogoSangat sulit diterima akal jika harga yang harusnya bergerak secara acak  ternyata justru bergerak mengikuti pola-pola tertentu. Mampukah teori yang ditemukan oleh R.N. Elliott di awal tahun 1930-an digunakan untuk  memprediksi pergerakan harga pada masa sekarang?

Sejak penemuannya, Elliott wave telah menjadi topik kontroversial. Bukan  hanya pada kalangan umum tapi perdebatan juga terjadi dalam lingkaran analis  teknikal sendiri. Sebuah anekdot yang begitu populer menyebut bahwa jika Anda mengumpulkan analisa Elliott Wave untuk membahas satu grafik pergerakan harga saja, maka Anda akan mendapat paling sedikit 12 persepsi   berbeda. Ruang perbedaan persepsi tersebut sudah umum diketahui oleh dunia.  aktor subjektifitas dan tingkat kerumitan yang tinggi menjadi alasan untuk meragukan akurasi dan validitas teori tersebut. Belum lagi menyangkut masalah  pengaplikasian pada keputusan transaksi sehari-hari, yang membutuhkan waktu  relatif lama.

Pada sebagian orang, hal ini mungkin akan membangun atau bahkan menambah  sikap skeptis. Namun bagi mereka yang memiliki kualitas mental ‘elite’, materi  ini memiliki tantangan tersendiri untuk ditaklukan.

Artikel ini tidak hanya bertujuan menjawab banyak pertanyaan Anda seputar  teori Elliott Wave. Tetapi cukup tepat ditujukan bagi Anda yang belum memiliki  mental tersebut di atas.

Tulisan ini akan terbagi dalam beberapa seri, dengan pembahasan ringkas pada  beberapa poin teori dan difokuskan pada aplikasi analisis. Harapannya supaya  Anda dapat meningkatkan keahlian trading.

 Teori Elliott Wave

Secara ringkas, teori Elliott Wave menyatakan bahwa pergerakan naik dan turun  suatu harga membentuk deretan gelombang (wave). Sebanyak 5 gelombang  bergerak ke arah trend utama dan 3 gelombang bergerak mengoreksi  pergerakan utama.

Prinsip Dasar

elliot wave1

Dalam prinsip dasar teori Elliott Wave terdapat tiga elemen penting untuk  diketahui, yakni pola harga (pattern), rasio dan waktu. Pattern atau pola harga  merupakan elemen terpenting yang merujuk pada formasi-formasi tertentu.  Formasi ini dibentuk oleh gelombang (wave) pergerakan harga. Elemen penting  ke dua, rasio pergerakan harga memiliki arti perbandingan (ukuran) antara satu  gelombang dengan gelombang  sebelumnya. Analisis rasio ini sangat diperlukan untuk memprediksi level-level koreksi dan target pergerakan harga. Adapun  poin terakhir adalah elemen waktu, yang menjadi faktor konfirmasi dari pola  dan rasio yang telah terbentuk.

Pola Harga 

Pola harga diilustrasikan pada gambar di bawah, terbagi dalam dua kategori  besar yaitu motive wave dan corrective wave. Motive waves pada gambar 1  adalah pergerakan harga yang membentuk 5 wave. Secara keseluruhan, 5 wave ini bergerak ke arah yang sama dengan trend yang lebih besar. Sementara Corrective Wave pada gambar 2 adalah gelombang reaksi dari pergerakan  pertama, disebut sebagai koreksi dan membentuk 3 wave yang secara keseluruhan bergerak melawan arah pergerakan utama.

elliot wave2

Siklus

Teori Elliott Wave banyak dipengaruhi oleh Teori Dow. Gambar 3 dan 4 di  atas merupakan ilustrasi pemahaman antara fase uptrend pada teori Dow dan siklus lengkap pada Elliott Wave. Salah satu prinsip dasar dalam teori Dow  menyatakan trend utama terdiri dari tiga tahap (gambar 3). Dimulai oleh  akumulasi pembelian (penjualan pada trend turun) oleh sedikit kalangan, yang  kemudian diikuti oleh public. Selanjutnya adalah fase distribusi, dimana semua  pihak sudah sepenuhnya terlibat di dalam pergerakan yang mengantarkan harga  mencapai titik jenuh. Setelah ketiga fase  tersebut dilalui, baru pasar mengalami  penurunan. Pembagian tiga fase dalam trend utama tersebut juga berlaku sama  dalam teori Elliott Wave namun dengan sedikit perbedaan. Kenaikan utama,  yang membentuk Motive Wave, juga terdiri dari 3 bagian gelombang, wave 1,  wave 3 dan wave 5. Masing-masing wave diinterupsi oleh koreksi membentuk wave 2 dan wave 4. Koreksi yang terjadi setelah terbentuknya wave 5 adalah  bentuk koreksi besar dari pergerakan harga yang telah mencapai titik matang,  yang berlaku sama setelah harga mencapai titik distribusi. Melalui kemiripan ini  juga beberapa analis menyatakan bahwa teori Elliott Wave merupakan bentuk  advance dari teori Dow.

elliot wave3

Pembentukan siklus yang lengkap pada Elliott Wave, merupakan perpaduan  dari dua pola dasar Motive Wave dan Corrective Wave, sehingga bentuk siklus  yang lengkap dalam teori Elliott Wave terdiri dari 8 gelombang; 5 motive dan 3  corrective, seperti yang diilustrasikan pada gambar . Lebih lanjut, Elliott  membagi 8 gelombang (selanjutnya sebut ‘wave’) yang membentuk satu siklus  lengkap dalam teori ini. 5 wave membentuk  motive wave (pergerakan utama)  dan 3 wave membentuk koreksi.

BERSAMBUNG

Sumber : Iswardi Lingga; FM Magazine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s