Memproyeksikan Pergerakan Harga Emas

Emas menjadi instrumen keuangan yang menarik ditransaksikan beberapa tahun belakangan ini. Emas fisiknya pun juga masih laris manis dikoleksi. Ini karena emas masih dipandang sebagai investasi yang menguntungkan yang harganya terus menanjak dari tahun ke tahun.

Namun pergerakan harga emas tidak seperti yang diharapkan orang tahun ini. Emas tidak bergerak naik melebihi harga tertinggi tahun lalu, malahan harga emas berangsur turun hingga mencapai kisaran terendah tahun ini di sekitar $1.251.51 per troy ons. Ternyata harga emas tidak selalu naik!

Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh faktor fundamental dan teknikal, sama seperti pergerakan instrumen pasar keuangan lainnya seperti saham, mata uang atau komoditas lain. Para pelaku pasar melakukan aksi beli dan jual berdasarkan faktor-faktor tersebut.

Beberapa faktor fundamental penting yang mempengaruhi pergerakan harga emas yaitu:

1. Fundamental Ekonomi Amerika Serikat (AS)

Harga emas sangat terkait dengan fluktuaksi dollar AS. Bila dollar AS melemah terhadap mata uang utama dunia lainnya, harga emas cenderung menguat dan sebaliknya. Oleh karena itu segala perubahan fundamental yang mempengaruhi pergerakan dollar AS seperti perubahan kebijakan pemerintah dan bank sentral serta data-data ekonomi AS akan mempengaruhi pergerakan emas.

2. Ekspektasi Suplai dan Permintaan

Pergerakan emas tentunya juga dipengaruhi ekspektasi suplai dan permintaan. Lazimnya hukum ekonomi, jika ekspektasi permintaan naik dan suplai tetap atau berkurang tentu akan menguatkan harga emas dan sebaliknya.

3. Pertumbuhan Ekonomi Global

Terkait dengan ekspektasi suplai dan permintaan, pertumbuhan ekonomi global juga menjadi faktor penting bagi pergerakan emas. Pertumbuhan ekonomi yang stabil tentu saja akan meningkatkan permintaan terhadap emas. Dan sebaliknya pelambatan ekonomi, seperti yang dirasakan belakangan ini akibat krisis hutang Eropa, membuat ekspektasi permintaan terhadap emas menurun.

4. Ekspektasi inflasi

Pergerakan harga emas juga dikaitkan dengan tingkat inflasi. Emas dipandang sebagai pelindung nilai aset terhadap inflasi. Bila terjadi ekspektasi kenaikan inflasi yang di luar batas/kontrol, biasanya emas akan diburu para investor untuk melindungi nilai asetnya.

Sedangkan faktor teknikal terkait dengan analisa grafik harga seperti analisa pola-pola harga dengan menggunakan garis tren, analisa area-area tahanan harga (atau dikenal dengan support dan resistance) dan bisa juga analisa tren harga dengan indikator-indikator teknikal seperti moving average, relative strength index, stochastics, MACD, dll.

Kombinasi antara kedua faktor ini akan menentukan keputusan para pelaku pasar untuk membeli dan menjual yang pada akhirnya akan menentukan arah pergerakan harga selanjutnya.

sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s