Menjaga Harapan Meski Tertekan

“Jika dihitung dari titik tertinggi yang dicapai tahun 2011 sampai level rata-rata bulan November di kisaran $1,275 per troy ons, maka harga emas telah menurun sekitar 34%. Dan jika kita hanya memperhitungkan kinerja harga untuk tahun 2013, rasio kerugiannya berkisar di 23%. Berdasarkan catatan World Gold Council, permintaan emas selama kuartal III turun sebanyak 37%. Faktor utama di balik keengganan investor untuk menambah porsi emas ke dalam portofolionya tak lain adalah trend inflasi yang rendah serta kinerja pasar  saham yang lebih menjanjikan return menarik.”

Meskipun kandidat pengganti bos Federal Reserve, Ben S. Bernanke yakni Jannet Yellen telah memberikan tanda penundaan wacana pengurangan stimulus moneter (tapering), harga emas tidak kunjung membaik secara signifikan. Kondisi saat ini benarbenar menggambarkan sikap bearish (melemah) investor dalam melihat masa depan emas. Mengacu pada pergerakan harganya di akhir November, logam mulia ini berpotensi besar mencatat kerugian untuk pertama kali sejak tahun 2000, sekaligus membukukan kinerja paling negatifnya sejak tahun 1981. Beberapa lembaga keuangan internasional juga tidak terlalu optimis
dalam memprediksi harga emas untuk periode tahun depan. Warren Buffet, salah satu investor tersukses dan orang paling kaya sejagad, mengatakan bahwaaset gold tidak lagi menarik. Dari Goldman Sachs Group Inc, Kepala Riset
Komoditi Jeffrey Currie memperkirakan terjadinya penurunan harga secara tajam atau ia gambarkan dengan istilah ‘Slam Dunk’ di tahun 2014. Bloomberg juga mengadakan survei terhadap 10 analis logam mulia yang proyeksinya dianggap paling akurat. Menurut konsensusnya, emas hanya akan mampu menjangkau harga ratarata $1,175 di kuartal III atau sedikit lebih tinggi dibandingkan target harga yang ditetapkan oleh Societe Generale pada level $1,125 untuk tahun depan atau posisi terendah sejak 2009 silam. Penurunan ekspektasi harga didasarkan pada indikasi berkurangnya stimulus AS di tengah trend pemulihan ekonomi, yang pada akhirnya akan memangkas jumlah permintaan emas. Credit Suisse Group AG mengekspektasikan harga rata-rata di $1,180 untuk tahun depan dan $1,200 untuk tahun 2015. Hanya Bank of America Corp. yang sedikit lebih optimis dan  bullish dalam proyeksinya, dengan perkiraan harga di $1,294 per troy ons pada 2014 dan $1,356 satu tahun kemudian.

Permintaan China dan Bank Sentral 

Meskipun trend emas cenderung melemah, masyarakat China terutama ibu-ibu
memiliki cara pandang yang berbeda dengan investor pasar komoditi. “Saya tidak tahu soal pasar saham dan tidak memiliki banyak uang untuk membeli properti sehingga saya melihat emas sebagai pilihan paling aman,” demikian pendapat seorang ibu di China. Konsumsi logam mulia di negara ekonomi terbesar ke-dua dunia ini kemungkinan meningkat 29% menjadi 1.000 metrik ton, menurut estimasi dari 13 analis, trader dan produsen emas China yang disurvei oleh Bloomberg. Pemintaan untuk perhiasan, koin dan emas batangan di China naik 30% menjadi 996.3 ton dalam 12 bulan sampai September 2013. Sementara permintaan untuk tiga jenis aset emas di India naik 24% menjadi 977.6 ton pada periode yang sama
(laporan World Gold Council, London).

World Gold Council dalam penelitiannya juga menemukan bahwa bank-bank sentral negara maju dan berkembang masih saja melakukan aksi beli emas guna menambah pos cadangan devisa masing-masing. Namun volume pembeliannya tidak sebesar tahun 2012, saat otoritas moneter dunia berlomba menimbun bullion. Kala itu, bank sentral tercatat memborong total hampir 535 ton emas atau volume terbesar sejak 1964, sementara untuk tahun ini World Gold Council memperkirakan volume beli mencapai 350 ton. Rusia menaikkan cadangan emasnya sebanyak 57.4 ton tahun ini, sementara Kazakhstan menambah 20.3 ton ke dalam brankasnya dan aset emas bank sentral Korea Selatan juga bertambah 20 ton (sumber: Dana Moneter Internasional (IMF)).

Di tengah tingginya permintaan emas dari China, India dan bank-bank sentral dunia, prospek harga emas tidaklah seburuk yang diperkirakan oleh banyak analis. Jika investor mulai ragu dengan perkembangan ekonomi di AS, dan jika nantinya wacana tapering ditunda untuk waktu yang lebih lama, emas akan kembali mencuri perhatian investor karena berpeluang untuk naik signifikan.

2013-12-08_074041

Analisa Teknikal : Harga emas membentuk pola Head of Shoulder dalam posisi terbalik. Dalam tren, emas tetap bertahan dalam tren bearish ( melemah), di bawah pergerakan rata-rata 200 dan 50. Namun, dalam jangka lebih panjang, jika tembus garis neckline dari head of shoulder, di kisaran 1,400 harga berpotensi mengalami kenaikan secara signifkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s