Pemanfaatan Strategi GAP

Open Gap adalah perubahan atau perbedaan antara harga penutupan satu hari lalu dan harga pembukaan yang sedang berjalan. Prinsip utamanya adalah penciptaan suatu kondisi dimana harga kembali ke level penutupan satu hari sebelumnya etelah pembukaan sesi berjalan. Akan tetapi asumsi ini tidak selalu akurat karena gap bisa tidak ditutup sama sekali apabila pasar sedang dalam tren yang kuat, dan hal ini bisa berlanjut dalam beberapa hari selanjutnya.

Untuk bisa sukses dalam bertransaksi dengan menggunakan metode gap, seseorang harus disiplin dalam penempatan level entry (masuk) dan exit (keluar) serta manajemen resikonya. Strategi trading gap dapat diaplikasikan dalam pembukaan pasar harian maupun pada grafik mingguan.

Gap dibagi ke dalam 4 kategori :

  1. Full Gap Up : terbentuk jika harga open (pembukaan) lebih tinggi dibanding harga high (tertinggi) hari sebelumnya.
  2. Full Gap Down : terbentuk jika harga open lebih rendah dibandingkan harga ow (terendah) hari sebelumnya.
  3. Partial Gap Up : tebentuk jika harga open lebih tinggi dibandigkan harga close (penutupan) hari sebelumnya, tetapi tidak lebih tinggi dari harga high hari sebelumnya.
  4. Partial Gap Down : terbentuk jika harga open lebih rendah dibandingkan harga close hari sebelumnya, tetapi tidak lebih rendah dari harga low hari sebelumnya.

Strategi Trading dengan Gap

Keempat model Gap di atas memiliki sinyal Buy (beli) dan Sell (jual) berbeda, yang terbagi ke dalam 8 strategi trading. Prinsip utama strategi trading Gap adalah menunggu 1 jam setelah pembukaan pasar untuk membiarkan harga membentuk range (kisaran perdagangan). Berikut ini adalah 8 strategi utamanya :

FULL GAP

  1. Full Gap – Long : Jika harga open lebih tinggi dibandingkan high kemarin, maka gunakan grafik 1 menit setelah 1 jam dari pembukaan sesi. Kemudian posisikan buy dengan target 20 poin indeks (2 tik untuk produk saham CFD) dari high yang terbentuk pada 1 jam pertama.
  2. Full Gap – Short : Apabila Gap Up tetapi kekurangan tekanan untuk naik lagi, maka harga akan bertahan atau bahkan turun ke bawah harga open. Pada kondisi ini, siapkan posisi sell 1 menit setelah pergerakan harga 1 jam dengan target exit 20 poin indeks (2 tik untuk produk saham CFD) dari Low yang terbentuk pada 1 jam pertama.
  3. Full Gap Down – Long  : Apabila pasar Gap down dengan open lebih rendah dari Low hari sebelumnya, lalu mulai berbalik naik setelah pemukaan pasar, maka harga dianggap sedang rebound. Posisikan Buy 1 menit setelah 1 jam perdagangan, dengan target diposisikan 20 npoin indeks (2 tik untuk produk saham CFD) di atas low hari sebelumnya.
  4. Full Gap Down – Short : Jika harga open lebih rendah daripada low hari sebelumnya, kembali ke grafik 1 menit setelah 1 jam perdagangan dimulai, dan sell dengan target diposisikan 20 poin indeks (2 tik untuk produk saham CFD) di bawah low dari 1 jam perdagangan tersebut.

PARTIAL GAP

Perbedaan antara Full Gap dan Partial Gap terletak pada potensi profit dan besarnya resiko. Pada umumnya, Full Gap adalah sinyal kuat dari keinginan pasar untuk membuka posisi beli maupun jual yang biaanya terjadi pada tren yang berlanjut satu arah dibandingkan partial gap. Tetapi permintaan yang kecil kemungkinan juga cukup unuk menggerakkan harga ke atas maupun ke bawah harga close sebelumnya guna memicu aksi beli atau jual untuk memenuhi order. Biasanya peluang profit lebih besar dari beberapa hari dipenuhi full gap.

metode gap

Bila daya tarik jual dan beli setelah order gagal terpenuhi, maka pasar akan kembali ke dalam range harga yang telah terbentuk dengan cepat. Memasuki passar dengan partial gap biasanya memerlukan perhatian yang lebih ketat dan stop yang lebih sempit.

  1. Partial Gap up – long : jika harga open lebih tinggi dibanding harga close sesi sebelumnya, tetapi tidak lebih tinggi dari high sesi sebelumnya, maka hal itu disebut partial gap up. Posisi masuk diuka dengan grafik 1 menit setelah 1 jam perdagangan dan posisi buy ditempatkan dengan target profit 20 poin indeks (2 tik untuk produk saham CFD) di atas high yang dicatat setelah 1 jam perdagangan.
  2. Partial Gap Up – Short : posisi sell pada partial gap up diambil bila harga gap up tetapi tidak melewati high sesi sebelumnya, dan bergerak melemah pada 1 jam pertama, maka kembali ke grafik 1 menit untuk mengambil sell, target profit 20 poin indeks (2 tik untuk produk saham CFD) di bawah low pergerakan 1 jam yang terbentuk.
  3. Partial Gap Down – Long : Harga open dibawah close sesi sebelumnya, tetapi tidak lebih rendah daripada low sesi sebelumnya, dan pergerakkan pada 1 jam awal perdagangan stabil atau menguat. Ambil posisi Buy dengan target profit 20 poin indeks (2 tik untuk produk saham CFD) di atas high pergerakan 1 jam yang terbentuk.
  4. Patial Gap Down – Short : Apabila harga open berada di bawah close sesi sebelumnya dan pergerakan berlanjut urun pada sesi 1 jam pertama perdagangan, tempatkan entry sell pada grafik 1 menit dan target profit 20 poin indeks (2 tik untuk produk saham CFD) di bawah low pergerakan 1 jam yang terbentuk.

Ke-delapan strategi Gap tersebut sebenarnya bukan hanya dapat digunakkan pada pembukaan harian, tetapi juga bisa digunakkan untuk gap sesi dan gap hourly. Biasanya Trader berpengalaman lebih mampu menerapkan strategi gap ini. Untuk trader yang ingin lebih santai, maka dapat menggunakan strategi yang sama untuk Gap pada grafik mingguan.

Sumber : Andian Wijaya; FM Magazine 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s