Naked Trading dengan Candlestick

Candlestick tentu bukan istilah yang asing bagi para trader. Keberadaannya tidak terpisahkan dari sebuah platform trading. Namu seiring perkembangan zaman, trader makin dimanjakan oleh hadirnya jutaan indikator canggih sehingga informasi yang diberikan oleh candlestick itu sendiri sering diabaikan.

naked trading adalah sebuah gaya trading yang hanya mengandalkan tampilan visual candlestick tnpa menyertakan indikator dan tool apapun. Candlestick itu sendiri dibentuk oleh harga open (pembukaan), high (tinggi), low (rendah) dan close (penutupan) dalam periode tertentu. Harga open dan close membentuk bagian body (badab), sementara harga high dan low membentuk bagian shadow (bayangan).

Untuk bagian body, terdapat 2 jenis candlestick yaitu Bearish (turun) candle dan bullish (naik) candle. Bearish candle dibentuk oleh harga open yang berada lebih tinggi dibandingkan harga close, dan kemudian memberi informasi bahwa pada periode tersebut harga mengalami penurunan atau di kurun waktu tersebut kelompok seller (penjual) sedang mendominasi pergerakan harga. Bullish candle dibentuk oleh harga open yang berada lebih rendah dibandingkan harga close, dan kemudian memberi informasi bahwa pada periode tersebut harga mengalami kenaikkan atau di kurun waktu tersebut kelompok buyer (pembeli) sedang mendominasi pergerakan harga.

Harga high dan harga low membentuk bagian shadow. Harga high membentuk shadow high, yang memberi informasi keberadaan resistance level. Resistance level adalah sebuah level dimana para seller beranggapan di situlah tempat yang ideal untuk memulai transaksi sell-nya, sementara buyer bernggapan di situlah tempat yang ideal untuk mengakhiri transaksi buy-nya.

Harga low membentuk shadow low, yang memberi informasi keberadaan support level. Support level adala level di mana para buyer beranggapan di situlah tempat yang ideal untuk memulai transaksi buy-nya, sementara para seller benggapan di situlah tempat yang ideal untuk mengakhiri transaksi sell-nya.

naked trading

naked 1

naked 2

Berdasarkan informasi tentang body dan shadow, maka kita dapat memanfaatkan peluang dengan cara sebagai berikut :

  • Melakukan masuk posisi buy pada bullish candle, yang terlihat mulai memanjang, dengan meletakkan stop loss pada shadow low terdekat. Kemudian taking profit pada shadow high terdekat.
  • Melakukan masuk posisi sell pada bearish candle, yang terlihat mulai memanjang, dengan meletakkan stop loss pada shadow high terdekat. Kemudian taking profit pada shadow low terdekat.
  • Masuk posisi sebaiknya dilakukan menjelang penutupan candle untuk memastikan idak terjadinya perubahan body candlestick. Misalnya pada candle di timeframe H1, kita melakukan masuk posisi di menit ke 59 atau 1 menit sebelum pergantian candle guna memastikan bullish candle tetap menjadi bullish candle.

Sumber : Albertus Christian K; FM Magazine 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s