Trading dengan indikator MACD di MT4

“Terdapat begitu banyak indikator teknikal yang bisa ditemukan oleh investor pada platform trading mutakhir. Kali ini kami akan membahas tentang penggunaan dua indikator yang cukup sering dipakai oleh pelaku pasar, yakni Bollinger Bands dan Stochastic Oscillator.”

Moving Average Convergence/Divergence atau disingkat MACD adalah indikator teknikal yang diciptakan oleh Gerald Appel pada akhir periode 1970-an. Indikator ini berguna untuk mengetahui perubahan kekuatan, arah, momentum dan durasi dari suatu tren di pasar. MACD mencerminkan perbedaan antara 2 periode Exponential Moving Average (EMA 26 dan EMA 12) dan harga closing (penutupan). Sedangkan untuk memperjelas sinyal atau peluang buy/sell, ditempatkan garis signal MA 9 yaitu nilai rata-rata 9 periode ke belakang dari garis MACD. Dalam penggunaannya, MACD di Meta Trader 4 (MT4) lebih mengutamakan prinsip MACD dasar dengan hanya mengakui adanya 2 ‘garis’ yaitu garis MACD, yang digambarkan dalam bentuk histogram, dan garis signal. Formula MACD di MT4 adalah sebagai berikut :

Sinyal – sinyal pada MACD

Terdapat beberapa sinyal yang sering digunakan oleh pelaku pasar untuk menentukan posisinya, antara lain :

  1. Signal Crossover : Pada saat garis MACD bergerak memotong ke atas garis signal, maka mengindikasikan buy. Sebaliknya apabila garis MACD memoyong ke bawah garis signal, maka mengindikasikan sell. Dua persilangan itu disebut dengan bullish crossover dan bearish crossover, di mana biasanya menjadi sinyal tren bahwa harga akan bergerak ke arah persilangan tadi. Strategi ini umum digunakan dan dapat dipakai pada periode waktu yang kecil, tetapi trader disarankan untuk tetap membatasi periode penggunaannya agar tidak lebih rendah dari 30 menit (M30).
  2. Zero Crossover : Garis MACD bergerak menembus batas nol (0) saat EMA fast dan slow bertemu. Persilangan dari atas ke bawah nol adalah bearish, sedangkan persilangan dari bawah ke atas adalah bullish. Zero crossover merupakan salah satu sinyal perubahan tren tetapi indikasinya tidak sekuat sinyal crossover (persilangan).
  3. Divergence : Suatu indikasi di mana akhir dari tren
    pergerakan sudah dekat saat divergence terbentuk. Bullish divergence terbentuk apabila garis MACD membentuk sinyal tertinggi baru namun harga gagal membentuk level tertinggi baru. Sebaliknya bearish divergence terbentuk apabila garis MACD membentuk sinyal terendah baru namun harga gagal membentuk sinyal terendah baru. Kedua sinyal akan sangat efektif jika terbentuk di dalam zona overbought atau oversold terindikasi saat garis MACD dan garis signal bergerak mendatar dan jauh dari titik nol (di bawah atau di atas), dan persilangan dapat berbalik arah dengan cepat.

Ilustrasi lebih jelas, silahkan perhatikan gambar di bawah ini :

2014-06-08_103412

2014-06-08_103546

Dalam aktivitas trading dengan menggunakan indikator MACD, terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh trader. Berikut ini adalah  faktor – faktor yang dapat menentukan  efektivitas transaksi dengan MACD:

  • Penempatan Waktu – usahakan untuk selalu memperhatikan variasi skala waktu. Seorang analis dapat saja menggunakan MACD pada periode mingguan sebelum mencari sinyal pada periode harian demi menghindari transaksi jangka pendek yang berlawanan dengan tren jangka menengah. Indikator MACD bisa divariasikan di luar metode baku (12, 26, 9) untuk mencari tren yang lebih baik pada suatu produk. Contoh paling populer adalah variasi (5, 35, 5), yang digunakan untuk CFD/pasar saham.
  • Sinyal Palsu – seperti indikator pada umumnya, MACD juga dapat membentuk sinyal-sinyal palsu. Contohnya pada pembentukan bullish crossover yang diikuti dengan penurunan harga. Pola ini disebut sinyal palsu positif (sinyal terbentuk di saat harga berlawanan arah). Sedangkan sinyal palsu negatif terlihat
    ketika harga bergerak signifikan di saat tidak ada sinyal yang terbentuk.
  • Cut loss dan Take Profit – pengguna MACD seringkali ragu dalam
    mengambil keputusan tentang kapan harus melepas posisi. Namun ada beberapa sinyal yang bisa digunakan untuk melepas posisi. Apabila trader dalam posisi buy, dan garis MACD yang telah bergerak naik mulai turun kembali, maka posisi buy dapat dilepas.
    Sebelum keluar dari posisinya, pengguna metode ini biasanya menunggu konfirmasi yang lebih jelas dari sinyal pembentukan 3 histogram yang berbalik arah. Contoh lainnya adalah jika sinyal garis MACD gagal menembus zona nol, maka posisi dapat segera dilepas. Metode ini biasanya digunakan untuk transaksi pendek dan cepat.

Kesimpulan

 MACD adalah indikator yang cukup kuat dalam mencerminkan pergerakan harga, dan eksekusi yang baik dari penggunanya akan memberikan hasil positif. Penerapan MACD dapat dikombinasikan dengan stochastic oscillator guna mendapatkan sinyal yang lebih baik sehingga bisa diketahui apakah pasar sedang trending atau tanpa tren. Walau masih terdapat banyak kekurangan di dalam MACD, risiko kerugian dapat diminimalisasi melalui manajemen transaksi yang baik dan disiplin.

Sumber ; Andian Widjaya; FM Magazine 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s