George Soros: The Man Who Broke the Bank of England

georgeSoros

Siapa yang tidak pernah mendengar nama George Soros? Orang-orang yang berkecimpung di dunia investasi pasti sudah familiar dengan sosok kontroversial asal Amerika Serikat ini. George Soros dikenal sebagai seorang trader yang brilian karena mampu menghasilkan miliaran Dollar hanya dari sebuah transaksi. Tidak heran jika ia dijuluki sebagai mahaguru oleh investor lainnya di seluruh dunia.

Aksi pertama George Soros yang berhasil melambungkan namanya tercatat pada tahun 1992. Ketika itu ia sukses “mempermalukan” Bank Sentral Inggris di pasar uang dengan strategi jual terhadap Poundsterling. Melalui perusahaan investasinya, Quantum Fund, Soros memegang posisi jual Poundsterling sebanyak lebih dari $10 miliar dan membeli Deutsche Mark (DM). Lewat analisa yang mendalam, pria keturunan Hungaria ini melihat kerapuhan pada mata uang Inggris dan percaya bahwa sudah waktunya bagi Poundsterling untuk melemah. Soros diyakini mendapatkan keuntungan lebih dari $1 milyar.

Pemerintah Inggris pada saat itu sudah menjadi anggota ERM (Exchange Rate Mechanism) Eropa yang merupakan sistem pertukaran mata uang yang diperkenalkan oleh Komunitas Eropa pada tahun 1979. Sistem ini bertujuan untuk mengurangi fluktuasi nilai tukar dan menjaga stabilitas moneter di Eropa. Sistem ini sebagai cikal bakal penerapan mata uang tunggal Eropa. Dan Inggris menjadi anggota ERM pada Oktober 1990.

Menjadi anggota ERM, nilai tukar poundsterling diharuskan berada di atas level 2,778 DM per satu poundsterling. Pemerintah diwajibkan untuk melakukan intervensi ketika nilai tukar GBP berada di bawah level itu. Pada masa itu, kondisi ekonomi Inggris membuat nilai tukar GBP melemah. Di tahun 1992, tingkat pengangguran Inggris meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun 1990. Selain karena perekonomian domestik, GBP juga mendapatkan tekanan dari upaya Bank Sentral Jerman untuk menekan tingkat inflasi. Pemerintah Inggris menaikan suku bunga acuan menjadi 10% dan melakukan intervensi di pasar uang dengan membeli poundsterling senilai milyaran pounds.

Pada September 1992, George Soros lewat Quantum Fundnya mulai melakukan penjualan poundsterling besar-besaran. Sebagai anggota ERM, Bank Sentral Inggris (BoE) diwajibkan untuk menerima semua order jual yang masuk. Di sinilah kekuatan likuiditas (BoE) diadu dengan kekuatan jual Quantum Fund. Namun BoE merasa usahanya sia-sia karena poundsterling tidak menguat. Pemerintah Inggris kemudian mengumumkan kenaikan suku bunga acuan dari 10% menjadi 12% untuk menahan laju penurunan sterling. Namun pasar masih memproyeksikan nilai tukar poundsterling melemah karena kondisi ekonomi Inggris sehingga tekanan jual terhadap poundsterling tetap tinggi. Pemerintah Inggris akhirnya dihadapkan pada dua pilihan yaitu menaikan suku bunga lagi atau keluar dari ERM. Pilihan kedua lah yang diambil sehingga nilai tukar poundsterling kembali terdevaluasi.

Grafik GBP vs DM 1990-1993

GBPDEM

Sumber: fxtop.com

Berdasarkan kisah di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa George Soros meneliti semua faktor yang mempengaruhi pergerakan instrumen secara mendalam, khususnya dari kacamata makroekonomi. Setelah itu ia akan memasang posisi dengan nominal yang kecil, sesuai dengan hasil analisanya. Selama harga instrumen tersebut bergerak searah dengan skenario maka ia akan menambah posisi dalam jumlah yang lebih besar. Metode seperti inilah yang membuat Soros mampu memperoleh laba spektakuler dalam satu kali transaksi.

Namun betapapun hebatnya George Soros, pria kelahiran 12 Agustus 1930 ini bukanlah manusia super. Gayatrading-nya yang agresif pernah juga menghadirkan kerugian yang jumlahnya tidak main-main, yakni mencapai miliaran Dollar. Pada tahun 2000, Soros merugi sekitar $4 miliar dari kepemilikan aset saham sektor teknologi. Enam tahun sebelumnya, ia juga sempat kehilangan uang meskipun jumlahnya lebih kecil, yakni $600 juta, akibat salah dalam memegang posisi jual Yen.

Keberanian dalam bertransaksi dengan jumlah dana yang besar dan kemampuan menghasilkan profit yang angkanya cukup besar pula telah menjadikan George Soros sebagai trader yang disegani di seluruh dunia. Pengambilan posisi trading-nya kemudian kerap diikuti oleh banyak trader sehingga menjadi keuntungan bagi Soros sendiri. Kejatuhan nilai tukar Poundsterling 20 tahun silam bisa menjadi contoh valid yang layak dituliskan dalam buku sejarah. Strategi pemegang gelar Doktor dari 4 lembaga pendidikan di Amerika, Hungaria dan Inggris ini ditiru oleh begitu banyak investor sehingga pergerakan nilai tukar Sterling semakin anjlok kala itu.

Soros sangat mengandalkan analisa fundamental yang mendalam dari suatu instrumen sebelum menentukan posisi. Analisa yang mendalam membuat Soros yakin terhadap posisinya sehingga dia berani bertransaksi dalam jumlah besar.

Sejak mengalami kerugian besar di tahun 2000 akibat pecahnya gelembung pada saham-saham teknologi, gayatrading Soros berubah menjadi lebih konservatif. Ia secara bertahap mengurangi tingkat risiko dan aksi-aksi spekulatif di lantai bursa. Namun demikian, bukan berarti masa kejayaan Soros sudah habis. Pada tahun 2010, perusahaan manajemen asetnya tercatat menghasilkan keuntungan sebesar $32 miliar sejak pertama kali didirikan pada tahun 1973.

Pelaku pasar keuangan di Asia tentu tidak lupa bagaimana krisis tahun 1997 merusak sistem finansial kawasan dalam waktu lama. Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad sempat menuding Soros berada di balik keruntuhan nilai aset keuangan Asia Tenggara melalui perusahaan investasinya. Baru pada tahun 2006 keduanya bertemu dan Mahathir kemudian meralat tuduhannya atas keterlibatan Soros dalam krisis menahun itu.

Terlepas dari berbagai tindakan kontroversial yang dilakukan oleh George Soros di masa lampau, kejeniusannya dalam hal pengelolaan dana sulit dijiplak oleh trader manapun. Sampai sekarang, apa yang dikatakan olehnya seakan menjadi titah bagi pelaku pasar dalam pengambilan posisi transaksi. Pergerakan mata uang dan komoditi emas dalam beberapa tahun terakhir juga tidak lepas dari kontribusi verbal sang mahaguru.

Ingin menjadi seperti Soros yang mendapat untung besar dari trading forex?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s