Strategi Meraup Laba dari ‘Si Pembohong’

Strategi trading yang akan kita bahas disebut dengan ‘Pinocchio’ (pinokio) karena candlestick penentunya berbentuk ‘short body with long shadow’ atau badan yang pendek dengan bayangan yang panjang. Sekilas, polanya menyerupai hidung pinokio ketika ia sedang berbohong. ‘Kebohongan’ yang tampak pada candlestick ini bisa dideteksi dan menghasilkan keuntungan apabila dikelola dengan baik.

Pinocchio Candle seringkali dianggap sebagai “false swing” atau gerakan tipuan. Sebagai contoh, apabila tren naik yang terjadi berbentuk Candle seperti Hammer (palu) disertai ekor (bayangan) panjang ke bawah dan badan yang sempit, maka terindikasi bahwa tekanan turun masih belum kuat. Hammer yang tampak tersebut juga yang disebut dengan Pinocchio Cande atau Pin Bar (jarum) apabila terbentuk pada pasar yang trending (sideway).

KARAKTERISTIK DASAR

Kegagalan harga untuk bertahan di atas zona resistance ataupun di bawah zona support dianggap sebagai ‘kebohongan harga’ dan membentuk pola Pinocchio Candle’.

Bearish Pinocchio Candle terbentuk saat kenaikan harga terjadi di atas zona resistance, tetapi level open dan close-nya kembali ke bawah zona tersebut. Dalam hal ini, zona resistance yang paling umum adalah level high sebelumnya atau sebuah trendline. Level sell terletak pada pembukaan candle setelah penutupan Pinocchio Candle.

Bullish Pinocchio Candle terbentuk saat terjadi penurunan harga di bawah zona support, tetapi level open dan close-nya masih di atas zona tersebut. Zona support dapat berupa level low sebelumnya atau sebuah trendline. Level buy terletak pada pembukaan candle setelah penutupan Pinocchio Candle.

Pada beberapa produk yang pergerakannya fluktuatif, terdapat beragam variasi level masuk (entry) ke pasar. Level entry dapat diambil setelah harga kembali retrace sebesar 50% Fibbonaci Level dari pinocchio Candle. Sementara untuk produk yang pergerakannya lebih stabil, dapat menggunakan level pembukaan candle setelah penutupan Pinocchio Candle.

Cut Loss ditempatkan pada level harga yang lebih tinggi dari high Bearish Pinocchio Candle, dan lebih rendah dari low Bullish Pinocchio Candle. Target profit pada strategi ini mengacu pada komposisi Risk : Reward = 1 : 2 atau 2 kali dari resiko (terkadang diperoleh 1 : 3). Sementara itu, trader yang lebih konservatif dapa menempatkan level take profit terhadap rasio sebesar 1 : 1.

Kelemahan dan Keunggulan

Efektifitas trading Pinocchio bisa berbalik merugikan apabila penggunaannya tidak tepat dan tidak sesuai dengan kondisi pasar. Sebagai contoh, saat kondisi sedang uptrend (naik), kita mendapati Bullish Pinocchio (bayangan memanjang ke bawah dengan badan sempit) yang membentuk level support kuat dengan indikator Oscillator menunjukkan sinyal Bullish Divergence.

Dalam hal ini, kita dapat segera mengambil posisi Buy. Tetapi apabila sinyal Pinocchio Candle membentuk Bearish Pinocchio (bayangan memanjang ke atas dengan badan sempit) dengan kondisi yang sama, maka bencana akan datang jika kita mengambil posisi sell, dan menyebabkan terjadiya cut loss.

Dari situ bisa disimpulkan bahwa strategi trading Pinocchio membutuhkan latihan untuk mengeksekusinya meskipun kelihatannya cukup mudah. Adapun kelemahan kedua yaitu diperlukan level cut loss yang cukup besar, sebagaimana dijabarkan pada bagian karakteristik dasar di atas.

Namun apabila diterapkan secara benar, Pinocchio memili keunggulan berharga yaitu efektivitasnya yang tinggi pada dasar sideway/trending. Tetapi harus disertai pula pertimbangan bahwa kita hanya bertransaksi pada saat arah harga bergerak sesuai tren dan dalam kondisi pasar bolak-balik. Jika digunakan dengan benar, strategi Pinocchio Candle sangat handal untuk memberikan informasi yang jelas tentang keadaan pasar pada suatu oeriode.

2014-08-13_203117

Kelebihan lain dari Pinocchio adalah penggunaannya tidak terbatas pada periode daily maupun hourly (1H), tetapi dapat digunakan dalam segala periode. Meskipun sebagian trader lebih memilih untuk mengambil peluang dari range dalam periode kecil yang relatif sempit, sehingga profit yang didapat juga terbatas.

Pada ganbar di atas digambarkankondisi 1, Bearish Pinocchio (Horizontal kuning) dengan level sell pada close 102.22, resiko cut loss 103.01 dan take profit 1 : 1 pada 101.01 (horizontal hijau). Kondisi 2 menggambarkan Bullish Pinocchio (horizontal kuning) dengan level buy 101.42, cut loss level pada 100.81 dan level take profit di MA50 102.17 (horizontal hijau).

KESIMPULAN

Pinocchio Candle tetap merupakan strategi trading yang baik dengan keberhasilan antara 65% dan 70% di tangan trader yang berpengalaman. Dengan rasio rugi laba (Risk to Reward Ratio) 1 : 2, dan terkadang bisa naik sampai 1 : 3, Pinocchio menjadi strategi alternatif yang mampu menawarkan potensi laba optimal.

STRATEGI ALTERNATIF  PINOCCHIO

Dalam beberapa waktu terakhir, telah beredar variasi pengembangan dari strategi trading Pinocchio. Berikut ini adalah penjabaran satu strategi yang bisa mewakili alternatif Pinocchio secara keseluruhan.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain : Candle harus memiliki bayangan yang panjang, candle sebelumnya tidak melebihi high atau low dari bayangan yang terbentuk dan candle harus memiliki badan yang kecil. Aturan penerapannya adalah :

  • Strategi hanya digunakan pada grafik dengan periode 15 menit.
  • Tambahkan RSI 6 untuk melihat divergence pada harga (baik digunakan pada pasar uptrend maupun downtrend)
  • Tambahkan Simple Moving Average 50.
  • Pasangan mata uang yang paling baik untuk ditransaksikan adalan GBP/USD, ERU/USD, USD/JPY.
  • Masuk ke pasar (entry) apabila strategi searah dengan tren pasar saat itu.
  • Stop Loss (cut loss) jika harga bergerak memotong garis SMA50.

Sumber : Andian Wijaya; FM Magazine 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s