Dasar Penggunaan Swing Trading ( Linda Bradford Raschke )

linda

“Dalam dunia trading, terdapat dua metode untuk memprediksi pergerakan pasar yaitu metode fundamental dan teknikal. Swing trading adalah murni pendekatan teknikal, yang dilandasi oleh analisis gerakan individual yang mencerminkan suatu tren besar. Efektivitasnya sangat tergantung pada pengamatan panjang dan durasi dari ayunan, di mana setiap swing mendefinisikan level support dan resistance yang penting.”

Swing trading adalah strategi pemanfaatan fluktuasi jangka pendek dari sebuah tren jangka panjang. Prinsipnya mengacu pada studi teknikal terhadap perilaku harga, termasuk kekuatan maupun kelemahan relatif harga. Dengan kata lain, penggunanya harus membandingkan antara kekuatan ayunan saat ini dan ayunan sebelumnya untuk menaksir tandatanda pelemahan atau penguatan. Seorang trader bisa memperkirakan ayunan berikutnya (apakah naik atau turun) dengan mengukur probabilitas antara risiko dan hasil yang wajar

Salah satu trader yang lihai menggunakan swing trading adalah Linda Bradford Raschke. Trader yang juga dikenal sebagai Presiden LBRGroup ini konsisten menerapkan metode ‘Taylor Trading Technique’, yang diciptakan oleh George Douglas Taylor pada akhir 1940. Teknik ini adalah metode jangka pendek untuk pergerakan harga harian yang efektivitasnya tergantung pada peluang dan persentase. Swing trading harus disertai stop loss yang ketat agar hasil yang diperoleh bisa sesuai harapan.

Menurut Linda, cara penerapan swing trading terbaik adalah dengan mengetahui kapan waktu buy atau sell serta saat yang tepat untuk keluar
atau mempertahankan posisi.

Prinsip pembukaan posisi sangat sederhana yaitu merujuk pada level tertinggi (swing high) dan level terendah (swing low) pada hari sebelumnya. Pergerakan di antara dua level tersebut menentukan arah tren yang akurat. Tahapan yang paling mudah dalam swing trading terletak pada pengambilan posisi masuk. Sedangkan bagian paling sulit adalah mengambil keputusan untuk keluar ketika harga bergerak melawan posisi. Selain diperlukan kemampuan antisipasi, tader harus memiliki perencanaan yang baik dan fleksibel serta selalu memperhatikan stop loss sebelum memulai transaksi.

Terdapat empat perilaku harga yang harus dicermati dalam pengaplikasian swing trading, yaitu:

1. Sebuah tren lebih memiliki peluang untuk berlanjut dibandingkan berbalik arah. Swing trader harus menyadari karakteristik khusus dari sebuah tren. Tidak adanya pola ayunan atau pola harga yang jelas mengindikasikan bahwa tren akan berlanjut.

2. Momentum mendahului harga. Swing trader harus menempatkan posisi di pasar berdasarkan reaksireaksi (gerakan harga jangka pendek yang melawan tren utama) pertama.

3. Tren berakhir dalam sebuah klimaks. Penggunaan metode swing trading dalam kondisi ini menyediakan peluang baik dari posisi long maupun short, karena biasanya harga akan membentuk range trading setelah terjadi klimaks.

4. Range ekspansi dan range kontraksi silih berganti di pasar. Swing trading menjadi sedikit lebih sulit pada kondisi ini. Pergerakan yang paling mudah diterka adalah break out, sehingga trader harus membuat strategi break out sebagai alternatif swing trading.

Linda Bradford Raschke juga membuat aturan dasar dalam penggunaan swing trading, yaitu:

1. Jika harga bergerak sesuai dengan posisi, maka pertahankan hingga hari berikutnya. Rencanakan keluar posisi di hari berikutnya pada level dekat poin objektif.

2. Konsentrasi hanya pada satu posisi, masuk atau keluar posisi dalam satu hari. Langkah tersebut dapat mengurangi tekanan mental.

3. Jika posisi masuk tepat, maka pasar akan segera bergerak ke arah yang kita inginkan. Namun mungkin juga menguji posisi masuk (entry point).Pergerakan itu merupakan hal yang biasa.

4. Jika pasar bergerak melawan posisi, segera keluar pada reaksi pertama dan jangan mempertahankan posisi loss hingga hari berikutnya.

5. Jika mengambil posisi long dan harga ditutup flat, artinya harga akan dibuka lebih rendah pada hari berikutnya. Oleh karena itu, segeralah keluar.

6. Gunakan stop loss yang ketat pada swing trading dan stop loss yang lebar pada trend trading.

7. Selalu minimalisasi risiko dan mengincar profit. Jika harga bergerak sesuai dengan perkiraan, segera pindahkan stop loss ke posisi break even.

8. Buka posisi langsung, jangan menempatkan limit order.

Berikut ini adalah alternatif cara guna mengantisipasi waktu yang tepat untuk masuk ke pasar, di antaranya:

1. Hitungan

 Mulai mencari posisi beli, dua hari setelah harga membuat swing high. Dan sebaliknya, cari posisi jual, dua hari setelah harga menciptakan swing low. Secara normal harga akan bergerak membentuk siklus 5 hari. Pada tren yang kuat, harga akan bergerak ke arah utama dalam empat hari kemudian disusul satu hari reaksi/koreksi. Hal ini memberikan ruang untuk mencari posisi buy satu hari setelah harga membentuk swing high.

2. Pola ‘centang’

 Cari posisi entry ketika harga berlawanan dengan penutupan hari sebelumnya. Misalnya jika ingin mengambil posisi buy, lebih dahulu lihat apakah harga menguji low pada hari sebelumnya (lebih baik jika di pagi hari/awal sesi). Perhatikan apakah harga membentuk pola ‘centang’ atau ‘W’. Pola ini mengindikasikan support yang kuat.

Linda selalu menghindari pembukaan posisi (buy maupun sell) di saat rentang harga menyempit dalam 7 hari terakhir, harga diperdagangkan dalam range yang sempit selama tiga hari beruntun, harga berada pada pola wedge atau terjadi penembusan pola grafik seperti triangle. Kunci psikologis yang harus dikuasai adalah kepercayaan diri, yang hanya bisa dicapai melalui latihan. Metode swing trading didesain untuk menciptakan profit yang tidak terlalu besar namun stabil.

Dengan menggunakan kemampuan swing trading-nya, wanita yang sudah makan asam garam trading selama 30 tahun ini berhasil membawa hedge fund miliknya, LBR Asset Management, konsisten meraih peringkat top 2% dari BarclayHedge. Selain menekankan pentingnya proses pengambilan keputusan, Linda menyebut ada dua aturan utama yang menentukan kesuksesan swing trading. Pertama, jangan pernah merata-rata suatu kerugian, segera keluar dari pasar jika merasa salah dan masuk kembali ketika meyakini posisi tersebut benar. Dan yang kedua adalah jangan mendengarkan pendapat orang karena hanya kita yang tahu apakah posisi yang kita ambil tepat atau keliru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s