The Fed Hantam Harga Emas!

“Rally emas selama 12 tahun terakhir akhirnya terhenti di tahun 2013 setelah Federal Reserve Bank berkomitmen untuk menghentikan program pembelian aset atau quantitative easing (QE). Kebijakan bank sentral Amerika Serikat ini konsisten menekan harga logam mulia favorit investor selama 7 bulan belakangan. Ironisnya sejak Maret 2014, harga emas belum pernah lagi menyentuh level tertingginya di US$1,391 per ons.”

Selain penghentian stimulus, isu tentang kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS) juga semakin santer terdengar. Laju inflasi di AS memang masih relatif moderat, namun ekspektasi kenaikan suku bunga tahun depan sama sekali tidak berubah. Sampai dengan pertengahan September lalu, harga emas jeblok mendekati level terendahnya sejak Januari 2014 di kisaran $1,216. Pada waktunya nanti, The Fed akan mengambil dua kebijakan penting yaitu mengakhiri program pembelian obligasi setelah bulan Oktober 2014 dan menaikkan suku bunga acuan secara bertahap. Uniknya, Kepala Bank Sentral AS, Janet Yellen, masih enggan menyebut timing kenaikan suku bunga tersebut. The Fed tetap menggunakan kalimat bercabang yakni ‘mempertahankansuku bunga rendah untuk beberapa waktu ke depan’ ketika ditanya soal strategi moneternya. Sebagian besar analis keuangan berharap bank
sentral tidak lagi menggunakan istilah ini karena dapat menimbulkan persepsi yang jauh berbeda menyangkut kenaikan suku bunga. Janet Yellen dan kolega sepertinya masih mempertimbangkan lambatnya pertumbuhan di sektor tenaga kerja. Mereka tidak yakin untuk segera mengakhiri iklim bunga rendah karena bisa mengganggu upaya penurunan angka pengangguran di AS. Kepala Tim Ekonomi IT Investment Research, Steve Blitz, mempunyai pendapat menarik tentang istilah ‘beberapa waktu ke depan’. Ia menilai bank sentral sedang mencari waktu yang tepat untuk memperketat sabuk moneternya dan istilah tersebut adalah cara aman untuk mengulur waktu, meski di sisi lain mereka bisa menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan jika kondisi ekonomi memang sudah mendukung. Sebagai informasi, The Fed telah mempertahankan suku bunga di dekat level nol persen sejak bulan Desember 2008

Di tengah spekulasi kebijakan moneter AS, pelaku pasar keuangan lebih memilih untuk membeli US Dollar karena mata uang itu mempunyai prospek penguatan untuk jangka panjang. Sebagai aset ‘lindung nilai’ atau safe haven, Dollar jauh lebih menarik ketimbang emas, yang harganya terus melemah dari waktu ke waktu (bearish). Di samping itu tidak terlihat ada pembelian fisik, terutama dari China dan India, yang dapat mensupport harga emas. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah iklim deflasi yang sedang melanda perekonomian dunia. Di AS sendiri, perekonomian nasional bisa disebut pulih namun indeks harga konsumennya stagnan di bawah 1% per bulan sejak tahun 2008. Di Eropa. pemerintah zona Euro bahkan sampai harus mengeluarkan stimulus karena risiko deflasi semakin meningkat. Berkaca pada ulasan di atas, maka bisa disimpulkan kalau harga emas masih akan tertekan dan berpotensi jatuh ke rekor terendah baru. Skenario ini tidak akan bisa dihindari jika pelaku pasar semakin yakin dengan timing kenaikan suku bunga The Fed yang semakin dekat. Studi Teknikal: emas bergerak bearish dan terlihat beberapa support penting yang dapat menahan penurunan harga. Support terdekat adalah level 1200 dan strong support terletak di 1180 (level terendah saat emas anjlok tajam sebelum rebound kembali). Sementara jika mengacu pada indikator
Fibonacci dari titik 1920 ke 690, koreksi emas berada di area 50% dan 61.8%.Jika harga akhirnya menembus support kuat 1180 maka support kuat berikutnya ada di kisaran 1150 (61.8%).

EMAS FM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s