Trading searah Tren Besar dengan EMA & MACD

“Kali ini kami akan mengulas trik sederhana untuk melihat tren besar pada suatu
produk investasi seperti forex dan komoditas, seperti emas dan minyak mentah. Indikator yang digunakan juga merupakan indikator yang sudah familier di kalangan trader yaitu Exponential Moving Average (EMA) dan Moving Average Convergence Divergence (MACD). Oleh karena itulah penerapannya relatif tidak akan terlalu rumit.”

Menemukan tren 

Sebagian besar aktivitas trading dilakukan dengan mengacu pada orientasi jangka  pendek. Hal terpenting untuk bisa sukses adalah akurasi dalam pengambilan posisi, apakah harus bullish atau bearish? Di sinilah mengapa tren jangka panjang  sangat bermanfaat untuk memberikan gambaran besar tentang pergerakan harga suatu produk. ‘Trend is your friend’ adalah pepatah yang menunjukkan betapa besar peran suatu tren sebagai pemandu arah di pasar keuangan. Dengan menentukan tren besar dari suatu produk, trader dapat mengatur timing dan letak level entry (masuk) dan exit-nya (keluar). 

Tujuannya adalah untuk menempatkan posisi buy (beli) pada saat tren jangka
panjang bullish, dan posisi sell (jual) ketika tren jangka panjang bearish. Fokus pada tren long-term Saat kita membuka grafik monthly (bulanan) dari suatu produk, terlihat waktu-waktu di mana harga produk naik, turun maupun bergerak in range. Di titik ini, kita hanya mencoba indikator-indikator sederhana untuk menentukan tren pasar (bullish, bearish atau netral/sideways) dan bukan mencari titik entry ataupun exit.

Filter tren no.1 

Indikator paling sederhana untuk menentukan arah tren adalah Moving Average. Pada grafik monthly tersebut, pasang indikator EMA dengan periode 12. Apabila harga bergerak di atas garis MA, maka tren adalah bullish. Sebaliknya bila harga berada di bawah garis MA, maka tren adalah bearish.

Filter tren no.2

Untuk memperkuat identifikasi tren utama dan mengetahui waktu untuk tidak
transaksi sama sekali (saat sinyal kedua indikator tidak sejalan), kita tambahkan
1 indikator MACD sebagai pelengkap. Pada gambar di bawah terlihat MACD histogram (bar/batang pada grafik MACD) menembus ke atas level nol (hijau muda), artinya tren adalah bullish. Sementara saat histogram berada di
bawah garis nol (merah muda), maka tren adalah bearish. Paramater MACD yang digunakan adalah 18, 37, 9 (standar MACD adalah 12, 26, 9) karena lebih cocok digunakan pada tren long-term.

Pada titik ini, kita telah mendapat gambaran tren bullish maupun bearish. Namun pertimbangkan posisi buy apabila sinyal-sinyal berubah menjadi:

  • Harga grafik di atas EMA 12
  • MACD histogram di atas level nol (hijau muda).

Sebaliknya, posisi sell diambil apabila sinyal-sinyal membentuk:

  • Harga bergerak ke bawah EMA 12
  • MACD histogram di bawah level nol (merah muda).

Dalam kondisi lainnya, kita dapat menyebut bahwa tren sedang sideways dan sebaiknya tidak bertransaksi jika:

  • Harga di atas EMA 12, tetapi MACD masih berada di bawah level nol (merah muda)
  • Harga di bawah EMA 12, tetapi MACD masih berada di atas level nol (hijau muda)

2014-11-18_161107

Gambar: Grafik EUR/USD (monthly) dengan penggunaan EMA 12 dan MACD 18, 37, 9 yang digunakan
untuk melihat tren besar (bullish, bearish atau side ways)

One response to “Trading searah Tren Besar dengan EMA & MACD

  1. Pingback: Strategi Memperbesar Peluang Profit dengan Heikin Ashi |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s