Cara Memprediksi Pergerakan Harga dengan Pivot Point

pivot point sangat mirip dengan Fibonacci. Perbedaan utama antara keduanya adalah pada Fibonacci, masih ada subjektivitas yang terlibat dalam pemilihan swing tertinggi dan swing terendah. Sedangkan pada pivot point, trader menggunakan metode yang sama untuk menghitungnya. Pivot point sangat berguna bagi trader jangka pendek yang ingin mengambil keuntungan dari pergerakan kecil harga.”

Range-bounce trader memanfaatkan pivot point untuk mengidentifikasi titiktitik
pembalikan, di mana titik pivot merupakan area di mana posisi jual dan beli dapat ditempatkan. Breakout trader menggunakan pivot point untuk mengenali level kunci yang harus tertembus sebagai klarifikasi bahwa breakout itu bukanlah sinyal palsu.

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa membantu anda untuk membuat strategi transaksi dengan memakai pivot point :

· Pivot point adalah teknik untuk membantu penentuan level support dan resisten.
· Empat cara untuk menghitung titik-titik pivot yaitu Standard, Woodie, Camarilla dan Fibonacci.
· Pivot sangat berguna di pasar forex karena pasangan mata uang biasanya berfluktuasi antar tingkat pivot.

 Dalam sebagian besar waktu, harga berkisar antara R1 dan S1.
· Pivot point dapat digunakan untuk teknik bounce, break dan trending.
·Sentiment atau trend trader menggunakan pivot point untuk menentukan bullish dan bearish dari pasangan mata uang.
· Kesederhanaan pivot point memudahkan anda untuk menyesuaikan diri dengan pergerakan pasar dan membuat keputusan yang akurat.
· Penggunaan analisis pivot point saja tidak selalu cukup. Anda sebaiknya belajar menggunakan pivot point bersama dengan alat dan indikator lainnya seperti pola candlestick, MACD crossover, moving average crossover, stochastic atau RSI untuk mengoptimalkan hasil transaksi.

Gambar 1. Contoh pivot point pada grafik emas (timeframe 15 menit-M15)

pivot fm

Gambar 2. Pivot Range Trading

pivot2

Menghitung Pivot Point

Titik pivot yang berkorelasi dengan support dan resisten dihitung dengan mengacu pada harga open (pembukaan), high (tertinggi), low (terendah) dan close (penutupan). Mengingat forex dan emas adalah produk pasar yang selalu berputar selama 24 jam, sebagian besar trader menggunakan waktu penutupan sesi New York di hari sebelumnya.

Perhitungan titik pivot adalah sebagai berikut:

Pivot point (PP) = High + Low + Close / 3 Kemudian support dan resisten dihitung dari pivot point seperti: Resisten pertama (R1) = 2 x PP – Low Support pertama (S1) = 2 x PP – high support dan resisten ke-2 Resisten ke-2 (R2) = PP + (high – low) Support ke-2 (S2) = PP – (high low) support dan resistenke-3 Resisten ke-3 (R3) = high + 2 (PP – low)  Support ke-3 (S3) = low – 2 (high – PP)

Apabila tidak ingin menghitungnya sendiri, anda bisa memasukkan custom indicator pivot point ke Meta Trader untuk menghitungnya secara otomatis.

Pivot Range Trading

Cara yang paling mudah untuk menggunakan level pivot point ialah dengan menggunakan support dan resisten biasa. Sebaiknya anda tidak hanya mengandalkan level titik pivot, namun juga menggabungkannya dengan analisa candlestick dan jenis-jenis indikator lain seperti Stochastic, RSI dan MACD sebagai pelengkap konfirmasi sebelum masuk ke pasar. Perhatikan
contoh di gambar 2 berikut ini:

Penjelasan gambar 2: jika anda melihat grafik 15 menit Candlestick Hammer sudah terbentuk di garis pivot point dan Stochastic Oscillator maka harga terindikasi oversold. Di sini pivot point akan menjadi level tahanan support. Lakukan buy (beli) pada level tersebut dengan target profit di R1 (sisakan 3 pip di bawah garis R1) dan level stop loss di swing low (ayunan harga ke level terendah) terakhir pada Candlestick Hammer tersebut. Selanjutnya terlihat candlestick bentuk shooting star di garis R2 dan Stochastic Oscillator mengindikasikan kondisi overbought, maka R2 kemungkinan akan menjadi level tahanan resisten. Sell (jual) pada level tersebut dangan target profit di R1 (sisakan 3 pip) dan level stop loss di swing high (ayunan harga ke level tertinggi) terakhir pada candlestick shooting star tersebut. Tempatkan stop loss di swing low terakhir atau di swing high terakhir dan perhatikan risk to reward ratio (rasio untung rugi).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s