Strategi Memperbesar Peluang Profit dengan Heikin Ashi

Grafik Heikin Ashi populer di kalangan trader pada tahun 2013 lalu, dan digunakan sebagai salah satu metode trading andalan. Penerapan strategi ini tersebar di berbagai situs keuangan. Rubrik Trading Strategy bulan ini mengangkat sebuah strategi trading dengan menggunakan HA, yang dikembangkan untuk memperkecil peluang kerugian dalam setiap transaksi. Dalam implementasinya, strategi ini membutuhkan beberapa indikator pembantu dari grafik HA. Meski disarankan untuk dipakai pada produk Forex, tidak tertutup pula untuk dipergunakan pada produk lain seperti emas dan indeks saham.

Indikator-indikator yang digunakan:
1. Grafik Heikin Ashi
2. Exponential Moving Average (EMA) 20.
3. Moving Average Convergence Divergence (MACD) & Commodity Channel Index (CCI).

Langkah-langkah Trading Sebelum memulai, tentukan produk yang akan kita transaksikan. Kemudian gunakan Heikin Ashi (HA) pada indikator custom

Kenali tren utama dari grafik dengan mengenali warna
terakhir dari grafik D1 Heikin Ashi tersebut.

Grafik Heikin Ashi USD/CAD D1 (1) dan H1 (2) disertai indikator-indikator pelengkap

HK

Grafik HA digunakan pada periode harian (D1). Kenali tren utama dari grafik dengan mengenali warna terakhir dari grafik D1 Heikin Ashi tersebut. Apabila menggambarkan penurunan pada HA sebelumnya (candle atau batang harga HA merah), maka tren utama adalah turun. Sebaliknya jika grafik memperlihatkan penguatan pada HA sebelumnya (candle HA putih), maka tren utama adalah naik. Setelah menentukan tren utama, persiapkan posisi trading yang hanya searah dengan tren utama. Ubah periode grafik HA dari D1 menjadi H1 (1 jam) atau M30 (30 menit). Kemudian kembali tentukan tren dengan melihat arah

dari EMA 20, lalu tunggu hingga arahEMA 20 searah dengan tren utama. Jika EMA 20 bergerak naik dan harga bergerak di atas EMA 20, maka tren naik kuat. Apabila harga bergerak di bawah EMA 20, maka tren naik terindikasi kurang kuat. Sebaliknya jika EMA 20 bergerak turun dan harga bergerak di atas EMA 20, maka tren turun kurang kuat. Namun bila harga bergerak di bawah EMA 20, maka tren turun kuat. Warna dari candle HA sebelumnya berjalan searah dengan tren utama. Tentukan titik masuk dengan menggunakan MACD dan CCI standar pada grafik HA. Bila MACD indikator

bergerak naik di atas level nol, dan CCI naik di atas 100, masuk posisi beli (buy). Sebaliknya jika MACD bergerak turun ke bawah level nol, dan CCI turun ke bawah level -100, masuk posisi jual (sell). Posisi harus searah tren utama. Keluar dari posisi (exit), baik untuk ambil keuntungan (take profit) maupun memangkas kerugian (cut loss), bila candle HA yang sedang berjalan telah terkonfirmasi berubah warna. Hal yang harus diingat ketika trading dengan HA adalah selalu menggunakan patokan candle terahir yang sudah tertutup (close), bukan candle harga yang sedang berjalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s