Trading memakai Relative Strength Index (RSI) ala Wilder

Relative Strength Index (RSI) pertama kali diperkenalkan oleh J. Welles Wilder Jr. Pada tahun 1978 dalam bukunya yang berjudul ‘New Concepts in Technical Trading Systems’. Indikator ini merupakan momentum oscillator yang mengukur kecepatan dan perubahan harga produk keuangan. RSI bergerak antara kisaran 0 hingga 100 dan berdasarkan teori Wilder, periode standarnya adalah 14.

Indikator RSI biasa dipakai untuk strategi trading Overbought/Oversold dan strategi trading Failure Swing. Berikut penjelasan strateginya:

Strategi Overbought dan Oversold
Secara praktis, RSI disebut overbought apabila indikator berada di atas level 70,
dan oversold jika berada di bawah level 30.
Entry jual dilakukan: 

  • Ketika sinyal RSI naik ke atas level overbought dan baru dieksekusi saat sinyal RSI yang naik tersebut berbalik turun.
  • Take profit dilakukan ketika sinyal RSI berbalik naik setelah berada di bawah level overbought.
  • Stop loss dilakukan ketika sinyal RSI masih di level overbought dan berbalik naik membentuk level tinggi baru.

Ilustrasi entry jual strategi overbought

2016-02-07_133115

Ilustrasi entry beli strategi oversold

2016-02-07_133224

Entry beli dilakukan:

  • Ketika sinyal RSI turun ke bawah level oversold dan baru dieksekusi saat sinyal RSI yang turun tersebut berbalik naik.
  • Take profit dilakukan ketika sinyal RSI berbalik turun setelah berada di atas level oversold.
  • Stop loss dilakukan ketika sinyal RSI di bawah level oversold dan berbalik turun membentuk level rendah baru.

Strategi Failure Swing (Gagal Ayun)
Menurut Wilder, gagal ayun juga merupakan indikasi kuat sinyal reversal (balik arah) yang tertunda. Sinyal gagal ayun ini sepenuhnya terfokus pada sinyal RSI serta mengabaikan pergerakan harga dan semua sinyal-sinyal dari divergence.
Ada dua strategi Failure Swing (Gagal Ayun)
– Bullish failure swing
– Bearish failure swing

Ilustrasi entry beli strategi Bullish Failure Swing

2016-02-07_133527

Ilustrasi entry jual strategi Bearish Failure Swing

2016-02-07_133717

Bullish Failure Swing terbentuk ketika RSI bergerak ke bawah level oversold, berbalik ke atas oversold kemudian kembali turun tetapi bertahan di atas level oversold dan kembali naik menembus level tertinggi sebelumnya. Penembusan ini menjadi indikasi sinyal beli. Level stop loss dipersiapkan saat RSI kembali turun ke bawah level tertinggi yang ditembus tersebut.

Hal sebaliknya juga berlaku pada Bearish Failure Swing, yang terbentuk ketika RSI bergerak naik ke atas overbought, terkoreksi ke bawah overbought kemudian
kembali naik tetapi bertahan di bawah level overbought, lalu kembali turun menembus level terendah sebelumnya. Sinyal jual terbentuk ketika RSI kembali turun ke bawah terendah sebelumnya, dengan level stop loss dipersiapkan saat RSI kembali naik  menembus ke atas level terendah tersebut.

Indikator RSI Wilder dapat digunakan untuk periode grafik apapun, tetapi sangat tidak disarankan untuk timeframe di bawah 15 menit (M15) karena sinyal yang terbentuk relatif terlalu sempit. Penggunaannya paling banyak diterapkan pada periode 4 jam (H4). Pemahaman dan penguasaan indikator ini akan sangat membantu pemanfaatan peluang trading anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s