sistem trading

Mengenal Waktu Perdagangan dan Karakter Perdagangan Forex

Posted on

Perdagangan berjangka menyediakan peluang keuntungan selama 24 jam sehari dan 5 hari
dalam sepekan. Masyarakat awam mungkin kurang memahami bagaimana pasar bisa buka
secara non-stop sehingga mereka kerap tidak percaya dengan validitas pergerakan harga produkproduknya, terutama forex. Padahal sebenarnya penjelasan dari hal ini sangatlah mudah dicerna.

Waktu perdagangan produk keuangan internasional saling bersilangan antara pasar yang satu dan pasar lainnya. Bahkan dalam waktu tertentu, jam perdagangan saling tumpang tindih sehingga harga-harga tidak sempat berhenti. Terdapat 3 lokasi transaksi keuangan yang menjadi kiblat bagi pelaku pasar di seluruh dunia, yaitu bursa Tokyo, London dan New York.  Read the rest of this entry »

Trading searah Tren Besar dengan EMA & MACD

Posted on Updated on

“Kali ini kami akan mengulas trik sederhana untuk melihat tren besar pada suatu
produk investasi seperti forex dan komoditas, seperti emas dan minyak mentah. Indikator yang digunakan juga merupakan indikator yang sudah familier di kalangan trader yaitu Exponential Moving Average (EMA) dan Moving Average Convergence Divergence (MACD). Oleh karena itulah penerapannya relatif tidak akan terlalu rumit.”

Menemukan tren 

Sebagian besar aktivitas trading dilakukan dengan mengacu pada orientasi jangka  pendek. Hal terpenting untuk bisa sukses adalah akurasi dalam pengambilan posisi, apakah harus bullish atau bearish? Di sinilah mengapa tren jangka panjang  sangat bermanfaat untuk memberikan gambaran besar tentang pergerakan harga suatu produk. ‘Trend is your friend’ adalah pepatah yang menunjukkan betapa besar peran suatu tren sebagai pemandu arah di pasar keuangan. Dengan menentukan tren besar dari suatu produk, trader dapat mengatur timing dan letak level entry (masuk) dan exit-nya (keluar).  Read the rest of this entry »

Analisis Sederhana & Sistem Trading

Posted on Updated on

Sistem trading pada dasarnya berangkat dari hasil analisis, yang umumnya tergantung pada kualitas pribadi dan tingkat pengalaman seorang analis. Sebagian dari cara menganalisis tersebut dapat disusun melalui serangkaian langkah-langkah yang dapat dialih bahasakan ke dalam bahasa komputer, namun sebagian lainnya tidak demikian. Ulasan kali mencoba membahas tentang bagaimana menyusun sistem trading berdasarkan metode analisis yang umum digunakan oleh seorang analis yang masih memiliki tingkat subyektifitas tinggi, dan tentunya ketika mengaitkan analisis dengan sistem trading maka alat yang digunakan pun umumnya adalah alat-alat analisa teknikal.

Trend & Ide Sistem Trading

Hampir seluruh literatur teknikal berbicara tentang trend karena merupakan materi terpenting dalam analisa teknikal, demikian juga dengan pembahasan kali ini, trend tidak boleh luput, bahkan menjadi topik pembahasan pertama yang kemudian barulah dapat disusul oleh pembahasan lain, seperti support & resistance atau peluang koreksi serta target harga. Alat unik untuk mengenali trendpun beragam, namun dalam pembahasan ini kita hanya akan menggunakan dua garis Exponential Moving AverageRead the rest of this entry »

Naked Trading Dengan Candlestick (Bagian 2)

Posted on Updated on

Seperti kita ketahui, analisa teknikal adalah sebuah studi untuk mengenali Tren, peluang dan resiko di pasar keuangan. Tren itu sendiri adalah sebuah kondisi di mana harga bergerak pada suatu arah tertentu. Oleh karena itu tren menjadi bagian penting yang perlu diamati sebelum sebuah keputusan transaksi diambil.

Pergerakan harga dapat dibedakan ke dalam dua jenis tren naik dan tren turun. Tren naik adalah suatu kondisi dimana pergerakan harga mengarah ke atas selama periode tertentu. Kondisi ini kemudian akan divisualisasikan oleh candlestick dengan Bullish candle, yang terlihat mendominasi, baik dari sisi warna maupun jumlah candlenya. Shadow high dan shadow low juga terlihat semakin meninggi (Lihat gambar 1). Pada tren naik, memulai dengan posisi buy (beli) tentunya akan lebih menguntungkan dibandingkan mengambil posisi sell (jual). Read the rest of this entry »

Trading dengan Risk to Reward Ratio

Posted on Updated on

Saat berhadapan dengan Floating Loss (Posisi Rugi), kita biasanya akan mempertahankan posisi jumlah kerugian tersebut membengkak sampai beberapa ratus poin. Hal ini terjadi bukan karena tuntutan sistem trading, tetapi lebih pada ketidaksiapan kita dalam menerima kerugian, sekecil apapun itu.

Ketidaksiapan dalam menerima kerugian akan mengantar kita untuk menerima kerugian yang lebi besar lagi, dan pada akhirnya akan mempercepat proses the end dari satu episode the end dari satu episode trading kita. Agar hal tersebut tidak berulang pada aktivitas trading selanjutnya, maka kita perlu mendapat aplikasi terbaik dari ilmu-ilmu yang sudah ada.

Rasio Resiko berbanding inmal hasil (Risk To Reward Ratio/R3) Read the rest of this entry »

Trading dengan Pola W dan M

Posted on Updated on

Pada grafik, kalau kita melihat data historis harga, kita pasti akan menjumpai pola-pola harga tertentu yang berulang. Dan biasanya pola-pola harga tertentu tersebut akan memberikan kita suatu sinyal atau petunjuk kemana kemungkinan harga akan bergerak nantinya. Banyak trader telah mempelajari pola-pola harga ini untuk memperbesar kemungkinan mendapatkan keuntungan dalam bertransaksi.

Ada beberapa pola harga yang populer di kalangan para trader seperti pola head and shoulder, pola segitiga, pola double/triple top/bottom, dan pola cangkir. Masing-masing pola ini akan memberikan petunjuk dimana posisi support dan resisten, dimana kemungkinan posisi yang bagus untuk membuka posisi beli atau jual, dan kemungkinan area target atau stop loss.

Read the rest of this entry »