Category Archives: tips dan trik trading emas

Peluang News Trading dengan Autochartist

Salah satu penggerak harga di pasar adalah data-data ekonomi. Beberapa data ekonomi yang sering kali menggerakkan harga adalah data tenaga kerja, industri/ manufaktur, suku bunga, pertumbuhan ekonomi, dan laporan penjualan retail. Laporan data ekonomi dari AS selalu ditunggu oleh pelaku pasar karena dampaknya terhadap pasar

Autochartist menyediakan analisis bukan saja terhadap pola harga atau price pattern tetapi juga menganalisis dampak data ekonomi saat dirilis terhadap pergerakan instrumen tertentu. Kali ini, di bahas mengenai data ekonomi AS yang paling ditunggu-tunggu yaitu Non- Farm Payrolls (NFP), tenaga kerja di
luar sektor pertanian. Autochartist menyebutnya data Employment Situation. Kita akan melihat bagaimana dampak data ini terhadap pergerakan mata uang Euro/Dollar

2016-07-17_105508 Continue reading

3 Langkah Aplikasi Manajemen Risiko

Berikut adalah 3 langkah yang sederhana dalam menerapkan
1. Berapa modal awal (ekuiti total) yang anda ingin tempatkan? Anda harus menentukan instrumen apa yang hendak anda transaksikan. Produk apa yang anda lebih minati? Seberapa besar leverage yang digunakan? Berapa nilai poin (pip)? Anda bebas memiliki jawaban sendiri, intinya bahwa penentuan dan pengetahuan produk adalah langkah pertama yangge harus dilakukan sebelum beranjak ke langkah lain. Tabel 1 di bawah merupakan contoh bagaimana anda dapat menyusun pengetahuan tentang spesifikasi ringkas yang diperlukan dalam pengelolaan risiko.

2016-07-17_101402

Emas sebagai studi kasus kita, adalah produk yang populer, mudah diikuti dan merupakan aset safe haven yang sudah teruji selama ribuan tahun melewati berbagai era. Kontrak perdagangan emas (XAU/USD) = 100 troy ons per lot (satuan kontrak), sementara harga yang diperdagangkan berkisar antara ratusan hingga ribuan dollar dengan desimal misalnya $1,198.00 dalam satuan troy ons, berarti setiap satu dollar ($1) pergerakan emas senilai dengan $100, dan setiap digit terkecil senilai dengan $1 (0.01 x 100). Dengan harga di atas, kontrak emas yang diperdagangkan senilai dengan $119,800 per lot (100 troy ons kali harga $1,198.00 per troy ons), hanya membutuhkan jaminan yang disebut marjin sebesar $1,000 per lot, atau sekitar 0,8% saja, dan ini berarti leverage emas saat ini adalah 120 berbanding. Continue reading

Cara Memprediksi Pergerakan Harga dengan Pivot Point

pivot point sangat mirip dengan Fibonacci. Perbedaan utama antara keduanya adalah pada Fibonacci, masih ada subjektivitas yang terlibat dalam pemilihan swing tertinggi dan swing terendah. Sedangkan pada pivot point, trader menggunakan metode yang sama untuk menghitungnya. Pivot point sangat berguna bagi trader jangka pendek yang ingin mengambil keuntungan dari pergerakan kecil harga.”

Range-bounce trader memanfaatkan pivot point untuk mengidentifikasi titiktitik
pembalikan, di mana titik pivot merupakan area di mana posisi jual dan beli dapat ditempatkan. Breakout trader menggunakan pivot point untuk mengenali level kunci yang harus tertembus sebagai klarifikasi bahwa breakout itu bukanlah sinyal palsu.

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa membantu anda untuk membuat strategi transaksi dengan memakai pivot point : Continue reading

Trading Logis dengan 4 Tips

TRADING LOGIS

“Menjalani aktivitas trading sama halnya dengan menjalani kehidupan sehari-hari. Kesuksesan tergantung pada cara kita menyikapinya. Seringkali pergerakan harga memicu emosi, menguras tenaga dan memacu detak jantung, yang membuat beban kita terasa berat. Jika anda merasa demikian, maka ketahuilah bahwa anda tidak sendiri.” Continue reading

Alexander Elder : Trading For A Living 3 (Money Management)

Trading merupakan suatu aktivitas yang mmenggairahkan. Selain rasa senang karena berhasil meraih keuntungan, seorang trader juga pasti mengalami perasaan kecewa akibat kerugian. Terlepas dari perang emosi yang dialaminya, trader sejati akan bersikap tenang dan tidak terlalu excited saat menerima keuntungan maupun kerugian. Trading berdasarkan emosi adalah musuh utama dari sebuah kesuksesan. Keserakahan dan ketakutan hanya bersifat menghancurkan sehingga intelektualitas lebuh diperlukan ketimbang nyali besar.

dr-alexander-elder Continue reading

Parabolic SAR

Definisi Parabolic SAR

Parabolic SAR adalah salah satu indikator harga dalam analisa teknikal yang ditujukan untuk mengenali kecenderungan berbaliknya tren harga, sesuai dengan namanya SAR; Stop and Reverse. Alat ini pertama kali diperkenalkan oleh J. Welles Wilder, Jr, dalam bukunya “New Concepts in Technical Trading Systems. Selain berfungsi sebagai indikator reversal, Parabolic SAR juga dapat dan umum digunakan sebagai alat untuk menentukan level stop loss atau exit point.

Pengunaannya yang efektif dalam menentukan level stop membuat indikator ini sangat populer bagi kalangan trader, terutama dalam menentukan level trailing stop, level stop yang fleksibel dan dapat diubah sesuai dengan perkembangan harga.

Unsur Parabolic SAR

Sesuai namanya, Parabolic SAR merupakan indikator yang menyerupai parabola yang di bentuk melalui sederetan titik-titik.

Terdapat dua parameter yang digunakan dalam perhitungan Parabolic SAR, yang pertama adalah Step, yang merupakan angka penentu letak titik SAR terhadap harga. Semakin tinggi step tersebut, semakin sensitif indikator akan bekerja, sehingga intensitas fluktuasi SAR bergerak ke atas dan ke bawah harga menjadi tinggi dan menghasilkan banyak kesalahan atau kegalalan yang membuat prediksi atau antisipasi semakin sulit.

Unsur yang kedua adalah Maximum step, yang merupakan angka yang mengatur penyesuaian titik SAR terhadap pergerakan harga selanjutnya. Semakin tinggi angka ini, maka semakin dekat titik SAR terhadap pergerakan harga selanjutnya, dan sebaliknya semakin rendah Maximum Step maka titik SAR atau trailing stop akan semakin menjauh dari pergerakan harga.

Wilder sendiri merekomendasikan nilai step dan maximum dibiarkan dengan nilai default 0,02 dan 0,2.

Penggunaan Parabolic SAR

Seperti halnya indikator trend yang lain, Parabolc SAR bekerja dengan baik pada saat harga berada dalam kondisi uptrend atau downtrend. Sementara dalam dalam kondisi sideway Parabolic SAR sering kali menghasilkan sinyal yang gagal, atau umumnya dikenal dengan istilah whipsaw.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Wilder sendiri merekomendasikan penggunaan Parabolic SAR harus dipandu dengan indikator trend lain, yang dapat memberikan konfirmasi apakah trend yang berlangsung memadai, baik dari sisi arah maupun kualitasnya. Wilder mengatakan trend harus dikenali dulu dengan baik, misalnya dengan menggunakan indikator ADX, baru kemudian mengambil posisi menggunakan Parabolic SAR sesuai arah trend yang sudah dikenali tersebut.

Secara umum, Parabolic SAR memiliki dua kegunaan penting;

1. Mengenali tren harga

Yang pertama adalah mengenali trend harga dengan cara mengamati pergerakan titik-titik SAR atau dot yang berada di bawah atau di atas pergerakan harga.

  • Trend naik dapat diidentifikasikan jika Harga bergerak di atas SAR,
  • Sementara trend turun dikenali jika Harga bergerak di bawah SAR.

2. Entri dan exit

Yang kedua adalah mengenali entri dan exit melalui pengamatan terhadap harga yang melewati titik-titik SAR bagian atas atau bawah.

  • Beli ketika harga melewati titik SAR bagian atas.
  • Jual ketika harga melewati titik SAR bagian bawah.
  • Sinyal Exit atau Stop muncul ketika sinyal masuk posisi berlawanan terjadi.

parabolic-1

Memanggil Parabolic SAR ke dalam Grafik

Untuk memanggil Parabolic SAR ke dalam grafik Anda, klik menu insert, pilih indikator, trend kemudian Parabolic SAR. Lihat Gambar 2.

image

 

Anda juga dapat melakukan hal yang sama dengan cara klik pada ikon indikator pada Toolbar.

parabolic-3

Cara Mudah Menerapkan Analisa Teknikal ( 2 )

Support dan Resistance

Level pertama yang perlu dikenali adalah support dan resistance. Kedua level dapat membantu Anda dalam mengambil posisi baru, menambah, mengurangi atau menutup posisi. Banyak kalangan setuju bahwa level terbaik untuk mengambil posisi beli adalah dengan memilih level terdekat support. Sedangkan level terbaik untuk menjual adalah yang terdekat dengan resistance.

Support adalah level di bawah harga saat ini, yang memiliki kekuatan beli cukup besar sehingga mampu menahan penurunan harga lebih lanjut.

Resistance adalah level di atas harga saat ini, yang memiliki kekuatan jual cukup besar sehingga mampu menahan kenaikan harga lebih lanjut.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menentukan level support dan resistance, antara lain melalui penggunaan Pivot, titik terendah dan tertinggi harga, trend line atau indikator-indikator teknikal yang tersedia. Dalam pembahasan kali ini, Anda akan melihat sekilas beberapa cara yang lazim digunakan.

1. Titik Harga Tertinggi dan Terendah

Melalui metode ini, Anda dapat menggunakan level support dan resistance untuk menentukan level-level transaksi Anda, seperti yang diilustrasikan pada gambar 1 di bawah ini:

Level support dan resistance yang pertama, asumsikan Anda tidak mengambil posisi baru, karena level tersebut digunakan untuk melikuidasi posisi yang sebelumnya.

  1. Ketika harga berlanjut turun pada support yang kedua 1.3070 dan kemudian harga naik membentuk resistance di level 1.3230. Setelah terbentuknya ke dua level tersebut, Asumsikan  Anda menempatkan posisi jual baru di level support dan stop di level resistance.
  2. Harga berlanjut turun dan membentuk support ke-tiga di level 1.2820, lalu naik membentuk level resistance baru di 1.2930.
  3. Harga berlanjut turun membentuk minor support dan minor resistance.

aplikasi analisa teknikal 3-1

2. Trend Line

Anda juga dapat menentukan level support dan resistance melalui penggunaan trend line dengan konsep aplikasi trend line yang sama dengan ulasan pada artikel pertama.

Sebagai contoh penggunaan, Anda dapat membuat trend line seperti gambar 2;

Garis support pertama terbentuk ketika harga berulang kali rebound pada saat menyentuh garis. Lalu berhasil melewatinya pada harga 1.3200 untuk kemudian membentuk resistance di level 1.3230, sejalan dengan garis support awal.

aplikasi analisa teknikal 3-2

3. Indikator

Level support dan resistance dapat juga ditentukan melalui penggunaan indikator teknikal, seperti Bollinger Bands, Moving Average, Parabolic SAR dan indikator lainnya.

Pada penggunaan Bollinger Bands (sebagai contoh pembahasan), level-level resistance disediakan oleh garis atas atau upper band. Sedangkan penyediaan support diperoleh melalui garis bagian terbawah atau lower band (gambar 3).

Level-level dan area harga yang disediakan melalui indikator seperti ini umumnya bersifat fleksibel, terus bergerak sesuai dengan perkembangan harga. Misalnya jika harga terus turun, maka level resistance dan support juga ikut merendah. Sebaliknya jika harga terus menguat, maka level-level tersebut pun ikut naik.

aplikasi analisa teknikal 3-3 Continue reading

Tips Sistem Trading Mudah Tanpa Emosi

Sistem trading yang menguntungkan dan konsisten, banyak yang beranggapan sangat sulit untuk disusun. Sebetulnya Anda tidak harus menyusun sistem trading dengan serumit dan sesulit itu, sebab mayoritas trader yang berakhir rugi dalam trading bukan dikarenakan sistem trading mereka yang buruk, namun diakibatkan oleh emosi dan sikap tidak disiplin dengan peraturan yang sudah di tentukan. Dalam bisnis trading, jika emosi menjadi pengendali, Anda pasti akan gagal. Sehingga Anda juga memerlukan mindset sistem trading yang kuat dengan trading plan yang juga kuat.

Jika diringkas, sistem trading di bawah ini adalah alasan utama yang menyebabkan kegagalan dalam trading:

  • Salah menempatkan modal (tidak sesuai dengan produknya)
  • Kurang disiplin dan tidak ada trading plan Tidak mempelajari pasar
  • Melakukan analisa/interpretasi yang kurang tepat
  • Mengejar pasar (masuk posisi walupun kriterianya belum memenuhi).
  • Tidak mau menerima kerugian (posisi ditahan tanpa menggunakan stop loss)

Continue reading