analisa fundamental

MARGIN CALL

Posted on Updated on

Margin adalah sejumlah uang yang disetorkan nasabah untuk melakukan transaksi. Jumlah dari margin yang dimiliki oleh nasabah dapat menentukan jumlah lot yang bisa diperdagangkan serta digunakan untuk mempertahankan posisi dalam menghadapi fluktuasi pasar.

2016-07-23_205928

Beberapa istilah yang berhubungan dengan margin: Read the rest of this entry »

Manajemen Resiko dengan Risk Level

Posted on Updated on

Dalam dunia investasi, terdapat beragam model strategi untuk meraih keuntungan, demikian juga dengan pilihan instrumen atau produknya. Potensi keuntungan yang ditawarkan juga bervariasi, ada yang berimbal hasil tinggi dan ada pula yang menjanjikan keuntungan tidak terlalu besar. Aset keuangan yang punya potensi return besar di sisi lain dapat membuat nilai modal turun dalam waktu singkat sebelum akhirnya naik lagi. Sebaliknya nilai produk keuangan yang berimbal hasil rendah juga bisa tergerus akibat inflasi, dan dalam kasus terburuk nilai modalnya juga bisa hangus.

Seperti balap mobil, seorang pembalap akan memacu mobilnya lebih kencang yang memunculkan risiko lebih tinggi tapi akan lebih cepat sampai di garis finish dan menjadi pemenang. Pembalap yang memacu mobilnya lebih lambat, mungkin akan menghadapi risiko lebih kecil tapi bukan berarti tidak menghadapi risiko. Bisa terjadi benturan ataupun keterlambatan menyentuh garis finish. Dan peluang pembalap tersebut memenangkan pertandingan menjadi lebih kecil. Read the rest of this entry »

Menjaga Harapan Meski Tertekan

Posted on Updated on

“Jika dihitung dari titik tertinggi yang dicapai tahun 2011 sampai level rata-rata bulan November di kisaran $1,275 per troy ons, maka harga emas telah menurun sekitar 34%. Dan jika kita hanya memperhitungkan kinerja harga untuk tahun 2013, rasio kerugiannya berkisar di 23%. Berdasarkan catatan World Gold Council, permintaan emas selama kuartal III turun sebanyak 37%. Faktor utama di balik keengganan investor untuk menambah porsi emas ke dalam portofolionya tak lain adalah trend inflasi yang rendah serta kinerja pasar  saham yang lebih menjanjikan return menarik.”

Meskipun kandidat pengganti bos Federal Reserve, Ben S. Bernanke yakni Jannet Yellen telah memberikan tanda penundaan wacana pengurangan stimulus moneter (tapering), harga emas tidak kunjung membaik secara signifikan. Kondisi saat ini benarbenar menggambarkan sikap bearish (melemah) investor dalam melihat masa depan emas. Mengacu pada pergerakan harganya di akhir November, logam mulia ini berpotensi besar mencatat kerugian untuk pertama kali sejak tahun 2000, sekaligus membukukan kinerja paling negatifnya sejak tahun 1981. Beberapa lembaga keuangan internasional juga tidak terlalu optimis
dalam memprediksi harga emas untuk periode tahun depan. Warren Buffet, salah satu investor tersukses dan orang paling kaya sejagad, mengatakan bahwaaset gold tidak lagi menarik. Dari Goldman Sachs Group Inc, Kepala Riset
Komoditi Jeffrey Currie memperkirakan terjadinya penurunan harga secara tajam atau ia gambarkan dengan istilah ‘Slam Dunk’ di tahun 2014. Bloomberg juga mengadakan survei terhadap 10 analis logam mulia yang proyeksinya dianggap paling akurat. Menurut konsensusnya, emas hanya akan mampu menjangkau harga ratarata $1,175 di kuartal III atau sedikit lebih tinggi dibandingkan target harga yang ditetapkan oleh Societe Generale pada level $1,125 untuk tahun depan atau posisi terendah sejak 2009 silam. Penurunan ekspektasi harga didasarkan pada indikasi berkurangnya stimulus AS di tengah trend pemulihan ekonomi, yang pada akhirnya akan memangkas jumlah permintaan emas. Credit Suisse Group AG mengekspektasikan harga rata-rata di $1,180 untuk tahun depan dan $1,200 untuk tahun 2015. Hanya Bank of America Corp. yang sedikit lebih optimis dan  bullish dalam proyeksinya, dengan perkiraan harga di $1,294 per troy ons pada 2014 dan $1,356 satu tahun kemudian. Read the rest of this entry »

Permintaan Lemah, Impor Emas China Menurun

Posted on

2013-08-06_175726

Impor emas China dari Hong Kong pada bulan Juni turun sebesar 4.5%  akibat lemahnya permintaan dan pemerintah China membatasi pembayaran dengan mengguankan emas. Pembelian emas untuk bulan Juni sebesar 101 metric ton dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 106 metrik ton, menurut perhitungan Bloomberg berdasarkan data departemen statistic Hong Kong. Menurunnya permintaan emas di China dapat mempengaruhi harga emas mengingat China merupakan salah satu konsumen emas terbesar kedua di dunia setelah India.

Read the rest of this entry »

Emas Flat Menanti Data AS

Posted on

Emas diperdagangkan datar setelah sebelumnya sempat menguat akibat melemahnya dollar. Emas pada pada pekan lalu anjlok hampir 2% akibat kuatnya dollar setelah beberapa data ekonomi AS dirilis lebih baik dari prediksi, yang memicu spekulasi Federal Reserve akan segera mengurangi program stimulus moneternya. Dollar baru mulai melemah setelah Federal Reserve mengeluarkan pernyataan akan tetep mempertahankan program stimulus moneternya, ditambah dengan data NFP AS yang dirilis pada hari Jumat lebih rendah dari perkiraan.

Pada hari ini dollar kembali melemah akibat kuatnya euro dan sterling setelah merilis indeks bisnis sektor jasa. Dari zona Euro Spanyol merilis service PMI untuk bulan Juli sebesar 48.5 lebih tinggi dari prediksi sebesar 48.4 dan rilis sebelumnya sebesar 47.8. Sementara Italia merilis data indeks service PMI sebesar 48.7 jauh lebih tinggi dari prediksi sebesar 46.6 dan rilis sebelumnya sebesar 45.8. Dari Inggris  data service PMI untuk bulan Juli dirilis sebesar 60.2 jauh lebih tinggi dari prediksi sebesar 57.4 dan rilis sebelumnya sebesar 56.9.  Sementara AS juga akan meirilis data non-manufaktur PMI malam ini, yang diprediksi lebih baik dari rilis sebelumnya yang berpotensi kembali melemahkan emas. Emas sempat menguat ke level tertinggi harian level $1.320.66 per troy ons, sementara emas saat ini diperdagangkan pada kisaran $1.311.78 per troy ons. (pap)

sumber2013-07-26_221829