emas anti krisis

Emas Flat Menanti Data AS

Posted on

Emas diperdagangkan datar setelah sebelumnya sempat menguat akibat melemahnya dollar. Emas pada pada pekan lalu anjlok hampir 2% akibat kuatnya dollar setelah beberapa data ekonomi AS dirilis lebih baik dari prediksi, yang memicu spekulasi Federal Reserve akan segera mengurangi program stimulus moneternya. Dollar baru mulai melemah setelah Federal Reserve mengeluarkan pernyataan akan tetep mempertahankan program stimulus moneternya, ditambah dengan data NFP AS yang dirilis pada hari Jumat lebih rendah dari perkiraan.

Pada hari ini dollar kembali melemah akibat kuatnya euro dan sterling setelah merilis indeks bisnis sektor jasa. Dari zona Euro Spanyol merilis service PMI untuk bulan Juli sebesar 48.5 lebih tinggi dari prediksi sebesar 48.4 dan rilis sebelumnya sebesar 47.8. Sementara Italia merilis data indeks service PMI sebesar 48.7 jauh lebih tinggi dari prediksi sebesar 46.6 dan rilis sebelumnya sebesar 45.8. Dari Inggris  data service PMI untuk bulan Juli dirilis sebesar 60.2 jauh lebih tinggi dari prediksi sebesar 57.4 dan rilis sebelumnya sebesar 56.9.  Sementara AS juga akan meirilis data non-manufaktur PMI malam ini, yang diprediksi lebih baik dari rilis sebelumnya yang berpotensi kembali melemahkan emas. Emas sempat menguat ke level tertinggi harian level $1.320.66 per troy ons, sementara emas saat ini diperdagangkan pada kisaran $1.311.78 per troy ons. (pap)

sumber2013-07-26_221829

Emas Rebound Pada Data Kerja Namun Bukukan Kerugian Mingguan

Posted on

Emas naik pada hari Jumat setelah rebound tajam dari posisi terendah sebelumnya, setelah sinyal yang beragam dari laporan NFP AS yang menunjukkan bahwa Federal Reserve saat ini lebih berhati-hati dengan penarikan program stimulus ekonomi. Read the rest of this entry »

Technical Outlook 31 Agustus 2013

Posted on

chart xauusd

  XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan kisaran ketat perdagangan antara area 1315 – 1340. Harga harus break salah satu sisi area tersebut untuk temukan petunjuk yang jelas. Break kebawah area 1315 akan memicu bearish lanjutan menguji ke area kunci support di 1300 dan jika harga berhasil menembus ke atas area 1340 dapat mendorong pergerakan bullish lainnya menuju wilayah 1348.

EMAS LEBUR DIHANTAM The FED

Posted on

Emas langsung rontol ke bawah $1.300, setelah FEDERAL RESERVE Amerika Serikat secara transparan memaparkan wacana pengurangan stimulus mulai tahun ini. Harga emas itu merupakan yang termurah sejak 16 September 2010. Lebih jauh, The Fed bahkan berniat mengakhiri program pembelian obligasi apabila perekonomian semakin membaik. Di tengah spekulasi moneter tersebut, emas telah mencatat penurunan  sebanyak 23% tahun ini. Logam anti-inflasi kini tengah menapaki koreksi tahunan untuk pertama kalinya setelah konsisten menguat selama 12 tahun terakhir.

Meskipun terjadi pembelian fisik saat harga mendekati level $1.300 per ons, emas tidak sanggup bertahan daru gempuran aksi jual

Tinjauan Semester I : ‘Emas sang Pecundang’

Posted on Updated on

Setelah harganya konsisten melonjak selama 12 tahun terakhir, emas berbalik melemah di semester I 2013. Sangat terbuka peluang bagi logam mulia ini untuk kali pertama menutup tahun pada level lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Di antara sekian banyak aset yang beredar di pasar, investor emas menjadi pihak yang paling dirugikan dalam dua triwulan terakhir. Khusus bagi pemilik modal pada aset emas fisik dan exchange-traded products (ETP), bisa dipastikan nilai asetnya berkurang drastis dalam hitungan bulan. Sementara untuk pelaku transaksi berjangka, laba ruginya masih bisa tergantung pada pengambilan peluang dari posisi short-sell. Fasilitas inilah yang tidak bisa dimanfaatkan oleh investor di pasar transaksi lainnya.

Pada kuartal I 2013, harga emas anjlok ke bawah $1200 per ons untuk kali pertama dalam tiga tahun terakhir. Bukannya membaik, penurunan harganya justru semakin parah di triwulan II. Harga emas merosot lebih dari $400 sepanjang periode April-Juni sekaligus menandai koreksi kuartalan sekitar 25% dan mengakhiri paruh perdana 2013 dengan total penurunan mencapai 28%.

Jika bicara tentang performa harga emas maka pokok pembahasan tidak bisa lepas dari volume penempatan modal di aset ETP. Sebagai indikator minat investasi emas global, volume pengelolaan aset di ETP dapat mencerminkan sentimen pelaku pasar dalam kurun waktu tertentu. Sepanjang semester I, jumlah aset emas dalam portofolio kelolaan exchange-traded funds (ETF) anjlok lebih dari 20%. Total dana yang ditarik investor tercatat sekitar $9 miliar pada kuartal I dan disusul dengan penarikan aset sebesar $19 miliar di kuartal II. Dulu saat volume aset komoditi ETP lainnya melemah drastis di tengah krisis finansial 2008, emas masih solid menjalankan perannya sebagai produk lindung nilai. Namun kini korelasi harga antara komoditi umum dan emas tidak demikian lagi. Sebagai perbandingan, saham berbasis material alam di indeks saham S&P 500 hanya tergerus 1.7% di paruh pertama atau jauh lebih rendah dibandingkan rasio koreksi saham-saham produsen emas. Saham Goldcorp dan Yamana Gold, dua emiten penting di sektor logam mulia, masing-masing melemah 34% dan 45% atau bahkan lebih tinggi dibandingkan rasio penurunan emas fisik yang tidak sampai 30%.

Menurut lembaga pemantau jumlah aset, ETF Securities, penurunan harga emas sebagian besar dipengaruhi oleh trend kenaikan suku bunga riil di Amerika Serikat. Meskipun suku bunga acuan konsisten dipatok dekat nol persen, suku bunga riil (tingkat suku bunga yang diperhitungkan dengan ekspektasi inflasi) sudah meningkat sejak akhir tahun lalu. Kombinasi antara tingkat inflasi Amerika Serikat yang masih rendah dan trend kenaikan suku bunga riil inilah yang dipandang sebagai faktor utama penurunan minat beli logam mulia. “Fenomena itu berbarengan dengan penguatan nilai tukar Dollar sehingga secara taktis, lingkungan investasi seperti sekarang adalah mimpi buruk bagi emas,” demikian pendapat Nick Brooks, Kepala Divisi Riset ETF Securities. Suku bunga riil sudah sejak akhir 2011 berada dalam teritori negatif. Namun indikator ini secara perlahan berbalik positif di kuartal II lalu, mencerminkan turunnya ekspektasi laju inflasi Amerika dan kenaikan pada imbal hasil obligasi Amerika tenor 10 tahun.

Berbaliknya sentimen di pasar direspon oleh investor dengan cara menarik aset-aset emas dari simpanan ETP. Laju penarikan aset tahun ini bahkan menjadi yang tercepat sejak pasar aset logam mulia ini diresmikan sekitar satu dasawarsa lalu. Puncak ketakutan investor tergambar pada dua hari perdagangan di bulan April, di mana harga emas sempat anjlok 13% atau $200 dalam satu sesi transaksi ETP. Pengamat finansial mengukur skala keresahan investor emas dari penarikan dana investor hedge-fund, khususnya mereka yang berinvestasi di perusahaan ETF Amerika Serikat.

Sekitar 90% aksi jual pada bulan April lalu terjadi di pasar ETP Amerika Utara, terutama SPDR Gold ETF. Pengelolaan aset emas di ETP berkontribusi 60% terhadap total transaksi emas dunia. Terlebih lagi, sebagian pemilik aset ETP merupakan investor kelas kakap dengan jumlah pengelolaan cukup besar. “Keluarnya investor besar dari GLD kemungkinan menjadi alasan di balik penurunan harga dramatis pada 12 dan 15 April lalu,” tambah Brooks dalam sebuah wawancara.

Bagi investor emas retail, penurunan harga emas sepanjang tahun ini tentu mengejutkan karena tidak pernah terjadi dalam satu dekade ke belakang. Akan tetapi, ‘penderitaan’ terbesar justru diderita oleh pemilik modal konglomerat yang selama ini rajin menimbun emas baik dalam bentuk fisik maupun ETP. Klien di perusahaan milik miliarder John Paulson telah mengalami kerugian mencapai total $317 juta hanya di kuartal II 2013. Tingkat kerugian Paulson pribadi di AngloGold Ashanti bahkan diprediksi lebih masif karena ia memiliki posisi sebesar $2 miliar sebelum triwulan II berjalan.

Terlepas dari kinerja buruk emas dalam beberapa bulan terakhir, masih banyak pihak yang meyakini bahwa logam mulia ini adalah portofolio aset yang harus dimiliki oleh setiap investor. Status safe haven atau lindung nilai emas belum sepenuhnya pudar karena iklim perbaikan ekonomi membaik dan pada akhirnya nanti akan berujung pada lonjakan inflasi. Kebijakan cetak uang akan berpengaruh terhadap harga-harga dan bisa kembali menaikkan daya tarik emas. Namun di sisi lain juga ada skenario yang bisa memperburuk prospek harga dalam dua tahun ke depan. Potensi penarikan stimulus moneter Amerika terbuka lebar tahun ini, dan hanya akan semakin memperkuat nilai tukar Dollar yang sekarang sudah tergolong kuat. Jika stimulus jadi ditarik, Dollar kian kuat dan harga beli emas bertambah mahal, maka bukan mustahil periode buruk semester I kembali terulang di suatu waktu.

sumber

20130724-135025.jpg

Emas Lebur Dihantam THE FED

Posted on

Emas langsung rontok ke bawah $1.300, setelah FEDERAL RESERVE Amerika Serikat secara transparan memaparkan wacana pengurangan stimulus mulai tahun ini. Harga emas itu merupakan yang termurah sejak 16 September 2010. Lebih jauh, The Fed bahkan berniat mengakhiri program pembelian obligasi apabila perekonomian semakin membaik. Di tengah spekulasi moneter tersebut, emas telah mencatat penurunan  sebanyak 23% tahun ini. Logam anti-inflasi kini tengah menapaki koreksi tahunan untuk pertama kalinya setelah konsisten menguat selama 12 tahun terakhir.

Meskipun terjadi pembelian fisik saat harga mendekati level $1.300 per ons, emas tidak sanggup bertahan dari gempuran aksi jual investor yang terlanjur hilang kepercayaan. Mereka tidak lagi menganggap aset logam mulia sebagai instrumen menguntungkan sejak harganya turun cukup dalam di bulan april 2013. Dalam pergerakannya, kebijakan stimulus The Fed sangat berhubungan erat dengan harga emas. Frederique Dubrion, Presiden dan kepala investasi Blue Star Advisor SA, Jenewa, mengatakan bahwa komentar terbaru The Fed adalah sinyal terbaru yang menandai akhir dari fase kenaikkan (bullish) emas. “Salah satu daya tarik emas, khususnya sejak 2008, adalah iklim pelonggaran kuantitatif. Saat The Fed memperlambat laju stimulus, maka ini jelas bukan sinyal yang bagus bagi emas” ujar Dubrion. Read the rest of this entry »