Parabolic SAR

Mengenal Fractal Dan Alligator

Posted on Updated on

Secara ilmiah, kata fractal dapat diartikan sebagai sebuah fragmen berbentuk geometris yang dapat dipecah menjadi lebih kecil dengan bentuk yang relatif sama atau serupa. Definisi ini pertama kali dikemukakan oleh ilmuan Benoit Mandelbrot pada tahun 1975.

Percaya atau tidak, jauh sebelum konsep fractal di temukan oleh ilmuwan tersebut, analisa teknikal sudah menggunakan prinsip dasarnya. Terutama melalui teori Elliott Wave yang eksis pada tahun 1930-an.
Meskipun demikian, pembahasan kita kali ini bukan tertuju pada fractal yang dimaksud oleh Mandlebrot ataupun Elliott. Highlight diatas bertujuan untuk menilik landasan teori, khususnya yang disampaikan oleh Elliott tentang pergerakan harga. Gagasan ini banyak memberikan inspirasi dalam proses analisis, termasuk dalam kemunculan indikator yang menjadi pokok bahasan kali ini.
Fractal yang dimaksud di sini adalah satu dari lima indikator yang diperkenalkan oleh Bill Williams. Indikator ini berfungsi untuk memberikan gambaran alternatif tentang titik puncak (top) atau dasar (bottom) dari pergerakan harga suatu instrumen pada periode tertentu.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Parabolic SAR

Posted on

Definisi Parabolic SAR

Parabolic SAR adalah salah satu indikator harga dalam analisa teknikal yang ditujukan untuk mengenali kecenderungan berbaliknya tren harga, sesuai dengan namanya SAR; Stop and Reverse. Alat ini pertama kali diperkenalkan oleh J. Welles Wilder, Jr, dalam bukunya “New Concepts in Technical Trading Systems. Selain berfungsi sebagai indikator reversal, Parabolic SAR juga dapat dan umum digunakan sebagai alat untuk menentukan level stop loss atau exit point.

Pengunaannya yang efektif dalam menentukan level stop membuat indikator ini sangat populer bagi kalangan trader, terutama dalam menentukan level trailing stop, level stop yang fleksibel dan dapat diubah sesuai dengan perkembangan harga.

Unsur Parabolic SAR

Sesuai namanya, Parabolic SAR merupakan indikator yang menyerupai parabola yang di bentuk melalui sederetan titik-titik.

Terdapat dua parameter yang digunakan dalam perhitungan Parabolic SAR, yang pertama adalah Step, yang merupakan angka penentu letak titik SAR terhadap harga. Semakin tinggi step tersebut, semakin sensitif indikator akan bekerja, sehingga intensitas fluktuasi SAR bergerak ke atas dan ke bawah harga menjadi tinggi dan menghasilkan banyak kesalahan atau kegalalan yang membuat prediksi atau antisipasi semakin sulit.

Unsur yang kedua adalah Maximum step, yang merupakan angka yang mengatur penyesuaian titik SAR terhadap pergerakan harga selanjutnya. Semakin tinggi angka ini, maka semakin dekat titik SAR terhadap pergerakan harga selanjutnya, dan sebaliknya semakin rendah Maximum Step maka titik SAR atau trailing stop akan semakin menjauh dari pergerakan harga.

Wilder sendiri merekomendasikan nilai step dan maximum dibiarkan dengan nilai default 0,02 dan 0,2.

Penggunaan Parabolic SAR

Seperti halnya indikator trend yang lain, Parabolc SAR bekerja dengan baik pada saat harga berada dalam kondisi uptrend atau downtrend. Sementara dalam dalam kondisi sideway Parabolic SAR sering kali menghasilkan sinyal yang gagal, atau umumnya dikenal dengan istilah whipsaw.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Wilder sendiri merekomendasikan penggunaan Parabolic SAR harus dipandu dengan indikator trend lain, yang dapat memberikan konfirmasi apakah trend yang berlangsung memadai, baik dari sisi arah maupun kualitasnya. Wilder mengatakan trend harus dikenali dulu dengan baik, misalnya dengan menggunakan indikator ADX, baru kemudian mengambil posisi menggunakan Parabolic SAR sesuai arah trend yang sudah dikenali tersebut.

Secara umum, Parabolic SAR memiliki dua kegunaan penting;

1. Mengenali tren harga

Yang pertama adalah mengenali trend harga dengan cara mengamati pergerakan titik-titik SAR atau dot yang berada di bawah atau di atas pergerakan harga.

  • Trend naik dapat diidentifikasikan jika Harga bergerak di atas SAR,
  • Sementara trend turun dikenali jika Harga bergerak di bawah SAR.

2. Entri dan exit

Yang kedua adalah mengenali entri dan exit melalui pengamatan terhadap harga yang melewati titik-titik SAR bagian atas atau bawah.

  • Beli ketika harga melewati titik SAR bagian atas.
  • Jual ketika harga melewati titik SAR bagian bawah.
  • Sinyal Exit atau Stop muncul ketika sinyal masuk posisi berlawanan terjadi.

parabolic-1

Memanggil Parabolic SAR ke dalam Grafik

Untuk memanggil Parabolic SAR ke dalam grafik Anda, klik menu insert, pilih indikator, trend kemudian Parabolic SAR. Lihat Gambar 2.

image

 

Anda juga dapat melakukan hal yang sama dengan cara klik pada ikon indikator pada Toolbar.

parabolic-3

Penggunaan Parabolic SAR untuk exit level secara efektif

Posted on

WIn LogoParabolic SAR (Parabolic Stop and Reverse) adalah suatu metode analisa teknikal yang disusun oleh J. Welles Wilder.Jr dan mulai diperkenalkan pada tahun 1978 dalam buku New Concepts in Technical Trading System. Metode ini sangat berguna untuk menemukan potensi reversal pada pergerakkan harga produk di pasar keuangan, seperti saham dan mata uang. Parabolic SAR pada dasarnya adalah lagging indicator yang dapat digunakkan untuk menentukan trailing stop loss serta titik masuk/ keluar posisi, dengan mengacu pada tren harga dalam kurva parabolik yang mencerminkan tren kuat di pasar. Jika Parabolic SAR berada di bawah harga running maka mengindikasikan tren bullish. Sementara bila posisinya berada di atas harga running, maka mengindikasikan tren bearish.

Penggunaan umum Parabolic SAR sebagai indikator pencari poin masuk dan keluar sebenarnya mudah dimengerti dan diaplikasikan. Prinsipnya apabila titik Parabolic berpindah dari atas ke bawah harga running, maka menjadi sinyal untuk beli (buy). Seballiknya, jika titik tersebut berpindah dari bawah ke atas harga running, maka menjadi sinyal untuk jual (sell). Kendala paling pelik dari penggunaan Parabolic SAR muncul dalam kondisi pasar yang stabil atau terlalu sempit, yang membuat level masuk dan keluar posisi menjadi sempt juga. Sehingga nilai transaksi yang ditempatkan terkadang tidak mampu menutup jumlah spread dari suatu produk. Efektivitas Parabolic SAR paling terbukti ketika digunakan sebagai exit level, baik untuk menentukan stop loss maupun take profit, disertai pemakaian indikator teknikal lainnya sebagai entry level. Read the rest of this entry »